Travel Tour Aqsa di DKI Jakarta

Travel Tour Aqsa di DKI Jakarta

Travel Tour Aqsa di DKI Jakarta
Travel Tour Aqsa di DKI Jakarta

Traveling ataupun Berwisata seolah sudah menjadi gaya hidup masyarakat sekarang, abad 21. Di era industri konten mulai tumbuh pesat seolah menjadi ajang perlombaan tersendiri untuk saling unjuk hasil swafoto maupun video di media social. Dorongan untuk pamer, unjuk diri seolah menjadi factor yang paling berpengaruh. Dimana masyarakat kali ini gandrung dengan syndrome FOMO ( fear of missing Out) yang artinya seolah ketakutan dianggap tidak update dan ketinggalan jika tidak ikut melakukan aksi serupa yang sedang banyak di boomingkan di social media, hal inilah sekaligus menjadi variable pendorong maraknya aksi traveling.

Tidak bisa dielak bahwasannya keriwuhan ayau bisingnya social media serta tekanan kerja yang tinggi menjadikan masyarakat yang mudah stress, inilah yang juga turut mendorong membesarnya kegiatan traveling. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri, bergantung dari kapasitas dompet masing – masing orang. Wisata luar negeri yang kaya akan sejarah islam seolah memiliki magnet tersendiri bagi masyarakat islam di Indonesia, yangmana mayoritas penduduknya adalah islam. Penduduk Indonesia yang beragama Islam pada 2010 mencapai 209,12 juta jiwa atau sekitar 87% dari total populasi. Kemudian pada 2020, penduduk muslim Indonesia diperkirakan akan mencapai 229,62 juta jiwa. Traveling ke luar negeri, termasuk  Tour  masjidil Aqsa menjadi satu pilihan wisata yang menarik bagi wisatawan Indonesia, hal ini tentu karena eratnya ikatan batin sejarah umat islam di wilayah Al Aqsa.

Salah satu daerah di Indonesia yang banyak peminat Tour Aqsa adalah di wilayah Jakarta, hal ini dikarenakan wilayah Jakarta memiliki bandara internasional yang terhubung dengan berbagai bandara besar lainnya di negara lain serta Daerah Jakarta sendiri menjadi pusat ekonomi Indonesia, sehingga di Jakarta banyak orang yang sejahtera secara ekonomi sehingga memunculkan permintaan traveling ke luar negeri yang cukup banyak. Salah satunya adalah Tour Aqsa Jordan Mesir.

Bagi Sahabat Tour Aqsa yang hendak mencari agency Travel Tour Aqsa Di DKI Jakarta, maka tidak ada salahnya jika sahabat Tour Aqsa berkunjung ke Satutours travel. Sahabat Tour Aqsa akan diberi penjelasan informasi yang lebih lengkap dan menyeluruh mengenai wisata ke tour Aqsa. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui ketika sahabat bergabung dalam grup traveling ke aqsa, maka Sahabat Tour Aqsa akan sekaligus mengunjungi negara sekitar yang cukup banyak sejarah islam yakni yang akan di kunjungi adalah Palestina itu sendiri, tentu yang menjadi tujuan adalah al Aqsa, selain itu akan mengunjungi Jordania dan Mesir. Yuk mari mengenal sekilas lebih dalam mengenai 3 negara tersebut tentunya dari sumber sumber terpercaya, simak berikut ini. Travel Tour Aqsa

Sekilas Mengenal Jordania Yuk!

  1. Destinasi Terpopuler di Jordania

Ketika Sahabat Tour Aqsa berlibur ke Jordan, ketahuilah bahwa terdapat beberapa tempat yang menjadi destinasi terpopuler sebagai khas daerah jordan, diantaranya adalah Petra yang menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO. Tampaknya Sahabat Tour Aqsa pun tahu bahwa Petra menjadi ikon wisata Jordania. Diketahui bahwa Petra ini didirikan oleh kaum Nabatean sebelum lahirnya Nabi Isa AS.

Salah satu yang membuat Sahabat Tour Aqsa terpersona ialah karena Petra menampilkan sebuah perbukitan batu oranye yang dipahat menjadi kota yang luas dan cantik. Sahabat Tour Aqsa dapat mengunjungi lokasi ini yang letaknya kurang lebih 230 kilometer dari Amman yakni Ibu Kota Jordania yang dikenal sebagai kota kuno ini sempat menjadi jalur persimpangan penting untuk perdagangan sutra, rempah-rempah, dan komoditas lainnya dari Timur Tengah menuju Romawi hingga Tiongkok. Ada pula, Wadi Rum. Wadi Rum merupakan wilayah yang didominasi bukit batu dan pasir bernuasa merah memang mirip dengan suasana Planet Mars. Selain itu, Sahabat Tour Aqsa juga dapat berkunjung ke Jerash. Jejak – jejak kejayaan Romawi dapat Sahabat Tour Aqsa temui di Jerash. Sebuah kompleks kota kuno Romawi yang masih terpelihara dengan baik di Timur Tengah.

Di sini Sahabat Tour Aqsa dapat menemukan Oval Plaza yakni lapangan bundar dengan dikelilingi oleh kolom – kolom khas Romawi yang menjadi ikon dari Jerash. Seperti layaknya kota – kota Romawi, di sini terdapat pula amphiteater dengan akustik yang luar biasa dan Hippodrome, arena balap kuda yang merupakan olahraga populer di era tersebut. Keempat, Laut mati, Laut Mati adalah danau yang terbentang di perbatasan Jordania dan Palestina (yang sedang diduduki israel).

Daerah ini merupakan titik terendah di permukaan bumi (400 meter di bawah permukaan air laut). Laut Mati memiliki kandungan garam yang tinggi sehingga jika Sahabat Tour Aqsa berenang di sana tidak akan tenggelam. Untuk buat foto Instagram yang keren, Sahabat Tour Aqsa sebaiknya berenang di sana sambil membaca koran atau buku (dijamin tidak tenggelam). Kelima, Pohon Nabi, Masyarakat Jordania menyebut pohon ini sebagai satu-satunya sahabat Nabi yang masih hidup.

Pohon ini diyakini telah berusia 1.400 tahun lebih dan menjadi tempat berteduh Nabi Muhammad SAW saat beliau berdagang dari Mekkah ke negeri Syam. Tumbuh di tengah gersangnya padang pasir dekat perbatasan Jordania dengan Irak dan Suriah, pohon rimbun ini bisa bertahan hidup dan menawarkan keteduhan bagi yang singgah ke sana. Jadi selain berfoto di pohon ini, Sahabat Tour Aqsa bisa napak tilas perjalanan Nabi Muhammad Saw yang berdagang hingga ke Negeri Syam.

  1. Menilik Jejak Kisah Jordania

Tak banyak yang tahu bahwa pada masanya Jordania pernah menjadi jantung peradaban kuno yang diuntungkan oleh letak geografisnya di wilayah Bulan Sabit Subur yang meliputi Babilonia dan Kanaan. Tak hanya itu, Jordania juga menjadi rumah bagi beberapa kerajaan kuno seperti Kerajaan Edom, Moab, Ammon dan kerajaan Nabath yang terkenal ialah Petra. Tetapi, melintasi berbagai era sejarah yang berbeda – beda, sebagian wilayah negara ini menjadi berada di bawah kendali beberapa kekuatan tetangga, seperti Mesir Kuno pada masa peperangannya dengan Babilonia dan Hittit dan pada beberapa periode yang berlainan oleh Bani Israil yang diambil pada masa penahanan Babilonia, dan yang kemudian dikalahkan oleh Bani Moab seperti yang tertulis dalam Batu Moab.

Lebih jauhnya, dan karena lokasinya yang strategis di pertengahan dunia kuno, Jordania juga di bawah kendali kekaisaran – kekaisaran kuno Yunani, Persia, Romawi dan yang berikutnya oleh Bizantium. Masih, orang Nabath mendirikan kerajaan merdeka yang meliputi sebagian besar wilayah Jordania modern dan wilayah lain yang berdekatan, selama beberapa abad, sebelum akhirnya ditaklukkan oleh Kekaisaran Romawi. Tetapi, terpisah dari Petra, orang Romawi memelihara kemakmuran sebagian besar kota – kota kuno di Jordania yang menikmati otonomi negara-kota yang singkat di bawah payung aliansi Dekapolis.

Dengan mundurnya Kekaisaran Romawi, Jordania menjadi berada di bawah kendali kerajaan Arab Ghassan. Pada abad ke – 7 dan karena kedekatannya dengan Damaskus, Jordania menjadi salah satu ranah penting bagi Kekhalifahan Islam – Arab dan oleh karenanya pula mengamankan beberapa abad kestabilan dan kemakmuran, yang mengizinkan bergulirnya identitas Arab Islam terkini. Pada abad ke – 11, Jordania menyaksikan sebuah fase ketidakstabilan, sebab ia menjadi salah satu zona inti Perang Salib yang berujung pada kekalahan oleh Dinasti Ayyubiyah. Jordania juga menderita akibat serangan Mongol yang dihalang – halangi oleh Mamluk.

Pada tahun 1516, Jordania menjadi bagian dari Kesultanan Utsmaniyah dan tetap dalam keadaan demikian hingga tahun 1918, ketika Angkatan Darat Pemberontak Arab Raya mengambil alih, dan mengamankan Jordania terkini atas bantuan dan dukungan suku-suku Jordania setempat. Sebagai saksi bagi kekayaan sejarah Jordania, peradaban Nabath meninggalkan banyak situs arkeologi yang besar di Petra, yang dianggap sebagai salah satu Tujuh Keajaiban Dunia Baru juga telah diakui oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai Situs Warisan Dunia. Selain Petra, peradaban – peradaban lain juga meninggalkan jejak arkeologinya di Jordania seperti Helenistik dan Romawi melalui reruntuhan di kota Dekapolis yang meliputi Jerash, Umm Qais, Amman, Pella, Kapitolias (Beit Ras), Rafana dan Irbid dan situs Bizantium Umm ar-Rasas (sebuah Situs Warisan Dunia).

Tak hanya itu, kekhalifahan Islam juga meninggalkan jejak arsitektur yang unik yang terwujud dalam istana – istana gurun di antaranya Qasr Mshatta, Qasr al Hallabat, dan Qasr Amra yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia. Sebagian besar wilayah Jordania modern telah berciri perkotaan. Jordania digolongkan sebagai negara dengan tingkat “pembangunan manusia” yang tinggi menurut Laporan Pembangunan Manusia tahun 2010. Lebih jauh lagi, Jordania juga digolongkan sebagai pasar yang sedang tumbuh dengan sebuah ekonomi pasar yang bebas menurut CIA World Factbook. Jordania juga dipandang sebagai sebuah ekonomi “berpendepatan menengah atas”. Jordania adalah salah satu negara pendiri Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Baru-baru ini, Jordania telah diundang untuk menggabungi Dewan Kerja sama Teluk (GCC). Pemerintah Jordania adalah satu di antara tiga anggota 22 negara Liga Arab yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, dua lainnya adalah Pemerintah Mesir dan Pemerintah Palestina. Jordania menerima arus pengungsi Palestina selama lebih dari 3 dasawarsa, menjadikannya sebagai salah satu penampung pengungsi terbesar dunia. Negara yang miskin bahan tambang ini mengimpor minyak bumi dari negara – negara tetangga.

  1. Inilah Kawasan Wilayahnya

Secara resminya dikenal dengan Kerajaan Hasyimiyah Jordania yakni Al – Mamlaka al – Urduniyya al – Hashemiyya adalah sebuah kerajaan di Tepi Barat Sungai Yordan. Negara ini berbatasan dengan Arab Saudi di timur dan tenggara, Irak di timur – laut, Suriah di utara dan Tepi Barat dan Israel di barat, berbagi kekuasaan atas Laut Mati. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa satu – satunya pelabuhan yang ada di Jordania terdapat di ujung barat daya Teluk Aqaba, yang sebagiannya juga dikuasai oleh Israel, Mesir, dan Arab Saudi. Lebih dari separuh Jordania diliputi oleh Gurun Arab. Tetapi, bagian barat Jordania berupa hutan dan lahan layak tanam.

Jordania adalah bagian dari Bulan Sabit Subur. Ibu kota dan pusat pemerintahannya adalah Amman. Jordania didirikan pada tahun 1921, dan diakui oleh Liga Bangsa – Bangsa sebagai sebuah negara di bawah mandat Britania pada tahun 1922 yang dikenal sebagai Emirat TransJordania. Pada tahun 1946, Yordan menggabungi Perserikatan Bangsa – Bangsa sebagai negara merdeka yang secara resmi dikenal sebagai Kerajaan Hasyimiyah Jordania. Travel Tour Aqsa

  1. Rekomendasi Kuliner Jordania

Setibanya Sahabat Tour Aqsa di Jordania, tentu tak lengkap rasanya apabila Sahabat Tour Aqsa tak mencoba kuliner andalannya. Jordania juga memiiki kuliner khas tersendiri, diantaranya adalah Mansaf, merupakan makanan berisi daging yang direndam dalam yoghurt. Kemudian dilapisi dengan roti tipis dan dihidangkan bersama nasi yang dimasak dengan banyak rempah – rempah. Daging yang digunakan adalah daging domba atau unta. Tetapi Sahabat Tour Aqsa juga dapat menemukan versi ayam Mansef juga. Mansef secara tradisional disajikan dalam piring besar yang dimaksudkan untuk dimakan bersama-sama, seperti sebagian besar makanan Jordania. Kedua, Kibbeh, merupakan makanan berisi daging yang direndam dalam yoghurt.

Kemudian dilapisi dengan roti tipis dan dihidangkan bersama nasi yang dimasak dengan banyak rempah-rempah. Daging yang digunakan adalah daging domba atau unta. Tetapi Sahabat Tour Aqsa juga dapat menemukan versi ayam Mansef juga. Mansef secara tradisional disajikan dalam piring besar yang dimaksudkan untuk dimakan bersama-sama, seperti sebagian besar makanan Jordania. Ketiga, Mezze, makanan yang terdiri dari kombinasi kibbeh goreng, samosa (bola adonan diisi dengan daging, bawang, kacang pinus), falafel (buncis goreng), labaneh kental (yogurt tegang). Makanan ini juga disajikan dengan saus yang terbuat dari kacang hancur atau sayuran, seperti hummus (buncis), Baba ghaboush (terong), medames ful (kacang fava), dan banyak lagi.

Kuliner ini juga dikenal dengan sebutan Salad Arab (tabouleh, fattoush), yang dilengkapi acar sayuran, zaitun, halloumi, dan roti yang tipis.Keempat, Maqluba, merupakan nasi yang dimasak dengan daging dan sayuran di bagian bawahnya. Uniknya, masakan ini diletakan dengan posisi terbalik untuk menampilkan warna-warna indah dari sayur-sayuran yang dimasak bersama. Meskipun jarang, Sahabat Tour Aqsa dapat menemukannya dalam menu di satu atau dua restoran. Jika tidak, berteman saja dengan orang lokal dan hadiri undangan makan malam mereka.

Sebelum Berkunjung ke Mesir , Lihat lebih Dekat Yuk!

  1. Inilah Wilayah Geografis Mesir

Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa Mesir merupakan negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Mesir juga digolongkan sebagai negara maju di Afrika. Mesir menjadi negara ke – 30 terbesar di dunia. Karena iklimnya yang ekstrem dan gersang, sebagian besar populasi terkonsentrasi di sepanjang Lembah Nil yang sempit dan delta Sungai Nil. Sekitar 99 % penduduk Mesir menempati kawasan lembah sungai Nil dan kawasan delta sungai di dekat Laut Mediterania. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, Laut Mediterania di utara, dan Jalur Gaza, Israel, dan Laut Merah di timur. Mesir mempunyai lokasi geopolitik yang penting di perbatasan Asia-Afrika, ia memiliki sebuah jembatan tanah (Tanah Genting Suez) antara Afrika dan Asia, wilayah ini dilalui sebuah terusan yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Samudera Hindia (melalui Laut Merah).

Terlepas dari Lembah Nil, mayoritas lanskap Mesir adalah gurun, dengan beberapa oasis bertebaran di kawasan itu. Tiupan angin yang kencang menciptakan banyak bukit pasir yang tingginya sampai 30 m (100 kaki). Mesir termasuk bagian dari gurun Sahara dan Gurun Libya. Gurun ini dilindungi Kerajaan Firaun dari ancaman Barat dan disebut sebagai “tanah merah” pada zaman Mesir kuno. Kota – kota penting di Mesir adalah Alexandria yang menjadi kota terbesar. Kemudian Kairo menjadi ibu kota Mesir modern dan kota terbesar.

  1. Sekilas Kisah Tentang Mesir

Mesir merupakan salah satu negara tertua di dunia. Usianya sudah lebih dri 5000 tahun. Suku asli Mesir adalah suku yang nomaden dari Gurun Sahara, Afrika. Selama tiga ribu tahun Mesir dipimpin oleh Firaun dari dinasti ke dinasti yang jumlahnya ada 30 dinasti, yang jumlah 140 Firaun yang berkuasa dari tahun ke tahun. Mesir kuno dibagi menjadi 3 era, Old Kingdom, Middle Kingdom dan New Kingdom. Setelah era New Kingdom, Kerajaan Mesir Kuno mengalami keruntuhan dan dikuasai oleh Suku dari luar yaitu suku Romawi (oleh The Great Alexander), Arab, Turki (oleh Kesultanan Utsmaniyah). Peninggalan peninggalan dari kerajaan Mesir kuno sangat banyak, contohnya ada Piramida Giza di Giza, Sfinks ( Giza ), Lembah para raja, Red Pyramid, Piramida Sakkara, Kota Memphis (kota Mesir kuno).

  1. Land Mark di Mesir

Banyak sekali peninggalan sejarah di Mesir, mengingat mesir termasuk peradaban sangat tua dan masih eksis hingga kini adapun tempat tempat yang memorable sebagai berikut, Pertama, Piramida Giza, kemegahan Piramida & Sphinx. Bisa dibilang kalau landmark bersejarah ini adalah ikon dari negara tersebut. Arsitekturnya tampak sangat megah. Piramida digunakan sebagai makam raja dan sarana ibadah di zaman dulu. Sementara Sphinx adalah makhluk mitologi berbadan singa dan berkepala manusia yang sangat dihormati pada masanya. Kedua, Valley of The King, merupakan lembah pemakaman para raja dan bangsawan kerajaan. Lokasinya berada di Luxor.

Yang membuat Valley of The King terasa istimewa tentu saja karena desain bangunannya yang menawan. Dindingnya dihiasi dengan ukiran berisi cerita mitologi Mesir kuno. Ketiga, Sungai Nil, Sungai Nil yang bersejarah merupakan tempat dihanyutkan Nabi Musa agar selamat dari kekejaman raja Firaun. Sungai terpanjang di dunia ini, bisa dijelajahi turis dengan menumpang kapal pesiar. Keempat,  Gunung Sinai, Gunung ini dikenal juga dengan nama Jabal Musa. Tempat wisata di Mesir ini merupakan saksi bisu saat Nabi Musa mendapatkan wahyu dari Allah SWT, Sahabat Tour Aqsa pun dapat mendaki gunung Sinai yang memiiki pesona luar biasa. Sahabat Tour Aqsa dapat memilih beberapa destinasi untuk dikunjungi.

  1. Kuliner Andalan di Mesir

Saat Sahabat Tour Aqsa berada di Mesir dan ingin untuk mencicipi kuliner khasnya, Sahabat Tour Aqsa dapat mencoba beberapa kuliner andalan yang ada disana. Kuliner andalannya antara lain Ful Medames yang menjadi salah satu makanan pokok yang wajib dihidangkan. Makanan yang satu ini terbuat dari kacang fava yang dicampur dengan minyak, bawang putih, jus lemon, dan cabai. Selanjutnya Mulukhiya, semacam sup rumput laut, dimana pembuatannya dimasak bersama dengan potongan daun bawang serta bawang putih dan juga ketumbar dengan tambahan daging. Untuk daging yang digunakan bervariasi seperti ayam, kelinci, dan juga sapi. Umumnya makanan ini disajikan bersama dengan roti atau nasi mesir. Sahabat Tour Aqsa dapat mencoba kuliner ini setibanya di Mesir. 

Demikianlah gambaran sekilas mengenai Tour Aqsa, dimana Sahabat Tour Aqsa akan diajak keliling ke beberapa tempat sekitar, seperti di Jordan dan sekaligus Mesir. Semoga Sahabat Tour Aqsa bisa mendaftar Travel Tour Aqsa Di DKI Jakarta dengan jasa travel yang tepat yakni Satutours Travel. Apabila Sahabat Tour Aqsa ingin mendaftar, bisa langsung segera daftar ya! Travel Tour Aqsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *