Aqsa Tour From Amman

Aqsa Tour From Amman

Hai Sahabat Tour Aqsa dimanapun berada, semoga sehat selalu di masa pandemi yang belum berakhir seperti saat ini. Al Aqsa atau yang dikenal juga dengan Al Quds masih menjadi destinasi yang favorit bagi wisatawan. Terutama bagi wisatawan dari negara yang penduduknya mayoritas memeluk agama islam, salah satunya adalah Indonesia. Berdasarkan data Global religious future, penduduk Indonesia yang beragama Islam pada 2010 mencapai 209,12 juta jiwa atau sekitar 87% dari total populasi. Kemudian pada 2020, penduduk muslim Indonesia diperkirakan akan mencapai 229,62 juta jiwa. Sementara negara dengan penduduk muslim terbesar kedua adalah India, yakni 176,2 juta jiwa. Negara dengan penduduk muslim terbesar ketiga di dunia adalah Pakistan, yakni sebanyak 167,41 juta jiwa. Sebagai informasi, jumlah penduduk muslim di dunia pada 2010 mencapai 1,6 miliar jiwa atau sekitar 23% dari total populasi yang mencapai 6,9 miliar pada 2010. Mengapa Al Aqsa atau yang dikenal juga dengan Al Quds begitu istimewa di mata dan hati umat muslim ? hal ini tentu dikarenakan pengalaman sejarah batin yang panjang yang menyelimuti perjalanan sejarah peradaban dunia, khususnya sejarah muslim. Untuk lebih jelasnya, simak sekilas informasi mengenai paparan penjelasan Dr. Muhsin Muhammad Shaleh yang ditulis di dalam bukunya di bawah ini.

Tanah Palestina, sebagai manifesto peradaban Umat Islam

Seperti Sahabat Tour Aqsa ketahui Bersama, tanah Palestina memiliki status yang cukup istimewa dalam persepsi Islam, status yang membuatnya menjadi pusat perhatian kaum muslimin dan menjadi tambatan hati mereka. Bagi Sahabat Tour Aqsa yang hendak berlibur dengan Tour Aqsa, berikut kami isyaratkan beberapa poin yang menjadikan Palestina memiliki status istimewa dalam Islam.

1. Di Palestina ada masjid Al Aqsha Al Mubarak.

Seperti yang tertulis dalam sejarah maupun termaktub dalam kitab suci Al Quran Masjid al Aqsha merupakan qiblat pertama kaum muslimin dalam shalat mereka. Selain itu, al Aqsha dianggap sebagai masjid ketiga baik status maupun kedudukannya setelah masjidil Haram dan masjid Nabawi. Perintah menghadapkan wajah ke arah Kakbah atau Masjidil Haram saat sholat terdapat dapat Al-Baqarah ayat 144, “Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” Dalam sejarahnya, Kakbah bukan kiblat pertama bagi umat Islam untuk menghadapkan wajahnya saat sholat. Sebelumnya arah kiblat umat Islam adalah ke Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis di Yerusalem. Pada tahun kedua hijrah, turun perintah dari Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW untuk mengubah arah kiblat. Perubahan arah kiblat terjadi pada bulan Rajab, yang mengutip dari situs AboutIslam, terjadi 16-17 bulan usai hijrah dari Makkah ke Madinah. Saat di Makkah, Rasulullah SAW dikisahkan mengambil posisi sedemikian rupa sehingga tidak membelakangi Kakbah dengan wajah yang menghadap Masjid Al-Aqsa.

2. Palestina adalah tanah yang diberkati Allah Swt

Hal ini sesuai dengan apa yang ditegaskan dalam al Quran al Karim, Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al Isra’ : 1) Allah berfirman, “Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.” (QS. Al-Anbiya : 70) Ibnu Katsir berkata, maksudnya adalah negeri Syam.13 Allah berfirman, Artinya: “Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Anbiya’ : 80) Ibnu Katsir Berkata: maksudnya adalah negeri Syam.14 Allah berfirman, Artinya: “Dan kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman.” (QS. Saba’ : 18) Ibnu Abbas berkata, maksud dari al qura allati barakna fiha (antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya ) adalah Baitul Maqdis. Berkah di sini bisa berarti secara fisik dan maknawi; berupa buah-buahan yang dihasilkan maupun kekayaan alamnya, atau kekhususan status dan kedudukannya, juga karena Palestina merupakan tempat diutusnya para nabi dan tempat turunnya para malaikat.

3. Palestina adalah tanah suci

Ini berdasarkan nash al Quran, di mana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman lewat lisan Nabi Musa ‘alaihis salam, Artinya: “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang – orang yang merugi.” (QS. al Maidah : 21) Az Zajjaj berkata, yang dimaksud dengan ardhul muqaddasah adalah tanah suci (at thahirah). Konon dinamakan muqaddasah karena bersih dari kesyirikan dan dijadikan tempat tinggal bagi para nabi dan orang-orang beriman. Al Kalabi berkata, yang dimaksud ardhul muqaddasah adalah Damaskus, Palestina dan sebagian Yordania. Qatadah berkata, yang dimaksud adalah seluruh negeri Syam.

3. Palestina adalah tanah para nabi dan tempat diutusnya mereka

Di antara para nabi dan rasul yang pernah hidup di Palestina, seperti disebutkan dalam al Quran al Karim, adalah Ibrahim dan Ismail, Ishak, Ya’qub, Yusuf dan Luth, Dawud, Sulaiman, Shaleh, Zakariya, Yahya dan Isa ‘alaihis salam. Dan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah mengunjunginya. Juga telah tinggal di Palestina nabi-nabi Bani Israel; kaum yang memang banyak dihiasi oleh nabi-nabi, setiap kali nabi wafat Allah utus nabi baru. Dan di antara nabi mereka yang tersebut di dalam hadits shahih adalah Nabi Yusha’ ‘alaihis salam. Oleh karena itu, mana kala kaum muslimun membaca al Quran al Karim, mereka merasakan adanya ikatan yang agung antara diri mereka dengan tanah suci Palestina ini, karena pertarungan antara yang hak dan yang bathil terpusat di tanah ini. Karena mereka juga meyakini bahwa mereka adalah pengusung warisan para nabi dan yang mengangkat panji-panji mereka. Di Palestina banyak pemakaman, peninggalan, dan penziarahan para anbiya’. Semua itu mengabadikan kenangan tinggal dan kunjungan mereka di tempat-tempat ini. Ibrahim yang merupakan bapak para nabi, namanya diabadikan untuk sebutan sebuah kota terpenting di Palestina, yaitu al Khalil (Hebron). Petilasannya ada di kota ini di dalam al Haram al Ibrahimi. Untuk nabi Shaleh, ada tujuh tempat yang mengabadikan kenangan bahwa dia pernah tinggal di Palestina, salah satunya ada di Ramelah, di sini ada musim ziarah tahunan yang amat terkenal yaitu pada bulan April setiap tahun. Ada sebuah desa di pinggiran kota Tulkarm bernama Ertah, secara estafet dari generasi ke generasi orang menyebut bahwa nabi Ya’kub pernah beristirahat (Irtaha) di sana Di Palestina ada lebih dari satu maqam (petilasan) Nabi Syu’aib. Ada tempat yang sangat terkenal petilasan Nabi Musa ‘alaihis salam dekat Jericho (Ariha). Di al Quds ada makam Nabi Dawud ‘alaihis salam. Sementara Nabi Isa ‘alaihis salam memiliki lebih dari satu tempat yang mengabadikan kenangannya di al Quds, Bethelehem, Nashira dan yang lainnya.

4. Palestina adalah tempat isra’nya Nabi Muhammad Saw

Allah subhanahu wa ta’ala telah memilih Palestina sebagai tempat isra’nya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Dari sini pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bermi’raj ke langit. Dengan peristiwa ini Allah memuliakan dan mengagungkan Masjidil Aqsha dan tanah Palestina, dengan menjadikan Baitul Maqdis sebagai pintu menuju langit. Di Masjidil Aqsha Allah kumpulkan para nabi bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat berjama’ah yang diimami oleh beliau. Semua itu adalah bukti-bukti kelangsungan risalah tauhid yang dibawa oleh para nabi, juga berpindahnya imamah, kepemimpinan dan tanggungjawab risalah (misi) kepada umat Islam. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saya diberi Buraq kemudian saya tunggangi hingga sampai di Baitul Maqdis terus saya ikat dengan rantai yang biasa digunakan para nabi untuk mengikat. Kemudian saya masuk masjid dan shalat dua rakaat. Selanjutnya saya dibawa mi’raj menuju langit.

5. Para Malaikat mengepakkan sayapnya di atas tanah Palestina

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Duhai, beruntungnya negeri Syam. Duhai, beruntungnya negeri Syam.” Kemudian para shahabat bertanya, kenapa bisa begitu wahai Rasulullah? Beliau bersabda, Mereka para malaikat Allah mengepakkan sayapnya di atas negeri Syam.” Dan Palestina adalah bagian dari negeri Syam.

6. Tanah Mahsyar dan Mansyar (tempat dikumpulkan dan disebarkan) manusia

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad dari Maimunah binti Sa’d radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Wahai Nabi Allah, fatwakan kepada kami mengenai Baitul Maqdis. Beliau bersabada, “Tanah Mahsyar dan Mansyar.”

7. Menjadi rumah negeri Islam saat terjadi cobaan dan fitnah begitu dahsyat

Dari Salamah bin Nufail berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rumah negeri Islam adalah di Syam.” Dan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Saya melihat tiang-tiang al Kitab (al Quran) tercerabut dari bawah bantalku. Maka saya lihat ketika tibatiba ada cahaya yang berkilauan menyangga menuju Syam, ketahuilah iman itu ada di Syam ketika terjadi fitnah.

8. Orang yang tinggal di Palestina dinilai layaknya mujahid dan murabith (penjaga keamanan dari serangan musuh) di jalan Allah

Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Penduduk Syam beserta istri-istri, keluarga, hamba sahaya mereka baik yang laki-laki mapun perempuan, sampai ujung pulau adalah para murabith di jalan Allah. Maka barang siapa menduduki salah satu kota dari kota-kotanya maka dia sedang murabith, dan barang siapa menduduki satu benteng kota maka dia dalam jihad.

9. Thaifah manshurah (kelompok yang mendapat pertolongan) yang konsisten dalam kebenaran (al haq) ada di Syam, khususnya di Baitul Maqdis dan sekitarnya

Diriwayatkan dari Abu Umamah, secara marfu’ kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Akan tetap ada sekelompok umatku berada dalam kebenaran, tak terkalahkan oleh musuh-musuhnya sampai datangnya putusan Allah sedang mereka tetap demikian.” Kemudian ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, di manakah mereka?” Beliau bersabda, “Baitul Maqdis dan daerah sekitarnya.

Hal inilah yang menjadikan masjid Al Aqsa begitu istimewa di mata umat muslim dan akan terus menjadi symbol eksistensi islam sepanjang masa. Sebab itu, umat islam tak akan rela hati jika Al Aqsa di agresi oleh Zionis Israel. Pertanyaannya sekarang apakah bisa tiap umat muslim yang ingin berkunjung ke Al Aqsa berangkat langsung ke Palestina ? semisal dari Jakarta langsung ke Palestina ? bagi sahabat yang ingin melakukan perjalanan Tour masjidil Aqsa, Dari segi aturan keimigrasian, tak ada cara lain menuju ke sana selain menggunakan visa negara Israel (selaku kekuatan pendudukan di sana), yang semua urusan pengajuan visanya sudah diurus oleh agen tour, di sinilah fungsi daripada tour agensi. Sahabat akan dibantu untuk melakukan kepengurusan segala berkas agar bisa melakukan perjalanan Tour Aqsa Jordan Mesir. Berati mau tidak mau harus via Israel ? apakah bisa Aqsa Tour From Amman ? Yap ! ada dua negara yang berdekatan dengan palestina yakni yordania dan messir, secara administrasi Amman berada di wilayah yordania, ketika sahabat dari yordania bisa juga turut masuk ke wilayah al aqsa. Seperti yang diketahui saat ini, Palestina sendiri belum diakui oleh semua negara di dunia, terutama negara – negara yang berada di Eropa dan Amerika. Jadi statusnya masih belum merdeka, namun yang sudah diakui adalah Israel. Jika melihat peta palestina sekarang, palestina secara wilayah terpecah pecah dan banyak yang tak saling terhubung dan yang menjadi pemisah itu adalah wilayah Israel. Olehkarenanya mau tidak mau melewati daerah Israel dan itulah kenapa tetap perlu visa masuk wilayah Israel. Baik ketika hendak melakukan Aqsa Tour From Amman (Yordania) maupun dari mesir. Serta yang perlu sahabat ketahui adalah di setiap perbatasan memasuki wilayah al aqsa akan banyak dijumpai polisi atau angkatan bersenjata Israel yang kerap melakukan patroli dan pengecekan ke tiap pengunjung.

Al Quds Keberadaannya Saat ini

Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Yahudi Israel menduduki wilayah al Quds Barat pada perang tahun 1948. Luas wilayah ini diketahui sekitar 84,1% dari keseluruhan luas wilayah al Quds. Selanjutnya mereka melakukan yahudisasi terhadap wilayah ini yang 85% pemiliknya adalah orang Arab Palestina dan membangun kompleks – kompleks perkampungan Yahudi di atas tanah al Quds Barat dan tanah-tanah yang mereka gusur di sekitarnya. Seperti desa Lafna yang dibangun di atasnya kantor parlemen Israel Knesset dan sejumlah kantor departemen Israel– kemudian desa Ain Karim, Deir Yasin, Maliha dan yang lainnya. Pada tahun 1967 penjajah Zionis Israel menyempurnakan  penjajahannya terhadap kota suci al Quds dengan menduduki wilayah al Quds Timur, yang juga merupakan bagian dari wilayah Tepi Barat sungai Yordan dan di dalamnya ada bangunan suci umat Islam, masjid al Aqsha yang diberkati. Sejak saat itu, mulailah serangan yahudisasi menghancurkan wilayah al Quds Timur. Maka dimaklumatkan penyatuan dua wilayah al Quds (al Quds Barat dan al Quds Timur) di bawah administrasi Israel pada 27 Juni 1967. Kemudian dimaklumatkan secara resmi pada 20 Juli 1980 bahwa al Quds adalah ibu kota abadi tunggal untuk entitas ‘Israel”. Sentralisasi di al Quds adalah masalah utama dalam pemikiran Zionis Yahudi, sebagai realisasi tujuan – tujuan agama dan sejarah.

Tak sampai disitu, Bahkan 50 tahun sebelum pendirian entitas negara Israel, pendiri organisasi  Zionisme internasional Theodore Hertzel sudah mengatakan, “Jika kita berhasil mendapatkan kota suci al Quds sedang saya masih hidup dan mampu melakukan sesuatu, maka saya akan menghapus segala sesuatu yang tidak suci bagi Yahudi di dalamnya. Dan saya akan membakar semua peninggalan yang telah berlalu berabad-abad.” Sedang pendiri entitas negara Yahudi dan sekaligus perdana menteri pertama bagi entitas Yahudi di Palestina David Ben Gurion mengatakan, “Bahwasanya tidak ada artinya bagi Israel tanpa al Quds dan tidak ada artinya bagi al Quds tanpa Haikal. ”Secara bertahap entitas Zionis Yahudi melakukan perluasan kota al Quds agar berhasil mencaplok lebih wilayah-wilayah Tepi Barat secara total ke dalam wilayahnya, dan agar dapat melakukan aktivitas yahudisasi al Quds secara sistematis dan ekspansif. Maka diperluaslah wilayah kota al Quds dari 6,5 kilometer persegi pada tahun 1967 menjadi 123 kilometer persegi pada tahun 1990. Adapun rencana yang mereka sebut dengan al Quds Raya yang hendak mereka realisasikan adalah seluas 840 kilometer persegi atau sekitar 15% dari total wilayah Tepi Barat.

Sahabat Tour Aqsa juga perlu mengetahui bahwa di zona area kota timur al Quds, Zionis Yahudi membangun kendali berupa 11 perkampungan Yahudi yang dihuni 190 ribu Yahudi di seputar kota Baldah Qadimah di mana masjid al Aqsha berada. Kendali yang lebih besar lagi juga dibangun di seputar al Quds berupa 17 kompleks pemukiman Yahudi, sebagai upaya untuk memutus al Quds dari wilayah Arab Islam sekitarnya. Untuk selanjutnya memutus jalan apapun untuk kompromi damai yang memungkinkan mengembalikan al Quds atau wilayah timur al Quds kepada Palestina. Menurut kalkulasi pada tahun 2000 wilayah al Quds, timur dan barat, dihuni sekitar 650 ribu jiwa (empat ratus lima puluh ribu orang Yahudi dan dua ratus ribu Arab Palestina yang hampir seluruhnya tinggal di al Quds Timur). Karena aktivitas penggusuran dan pemaksaan, Zionis Yahudi menguasai 86% wilayah al Quds dan hanya 4% saja yang tersisa bagi orang Arab Palestina, sedang yang 10% sisanya orang-orang Palestina dilarang menggunakannya karena disediakan untuk proyek-proyek Yahudi. Data ini mengisyaratkan betapa bahayanya proyek yahudisasi terhadap kota al Quds. Padahal pada awal penjajahan Inggris di Palestina pada tahun 1918, orang-orang Palestina memiliki 90 %  wilayah al Quds. Informasi ini diperoleh dari karya tulis ilmiah Dr. Muhsin Muhammad Shaleh yang ditulis di dalam bukunya.

Demikianlah uraian tentang Aqsa dan sedikit gambaran cara masuknya, bagi Sahabat Tour Aqsa yang sedang mencari informasi seputar Tour Aqsa bisa menghubungi satutours travel ya! Karena sahabat Tour Aqsa akan diberi informasi lebih lengkap dan utuh mengenai persyaratan administrasi yang dibutuhkan, lama perjalanan, akomodasi, biaya berlibur, tanggal keberangkatan, lokasi kumpul, land – mark yang akan dikunjungi , dsb. Sahabat akan dimudahkan dalam segala kepengurusaannya dan tentu saja perjalanan akan tetap aman dan menyenangkan serta banyak penghikmahan dan pendalaman sejarah islam. Selamat merencanakan liburan bagi Sahabat Tour Aqsa sekalian!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *