Tour Aqsa Jordan Mesir 2022 Jakarta

Tour Aqsa Jordan Mesir 2022 Jakarta

Teruntuk Sahabat Tour Aqsa yang gemar travelling, tentunya menjadikan liburan sebagai suatu aktivitas yang wajib dilakukan bukan? Karena ketika tak menjalankan liburan rasa rasanya seperti ada yang kurang. Hal ini memanglah lumrah, sebab tak mungkin Sahabat Tour Aqsa sekalian dapat betah berhari – hari dalam menjalani rutinitas di keseharian. Pastinya ada rasa bosan yang datang menghampiri kan? Dan penawar dari kebosanan di keseharian yang dijalani salah satunya ialah dengan cara pergi berlibur. Pergi berlibur ini tentunya perlu Sahabat Tour Aqsa rencanakan loh.. Karena dengan rencana liburan yang matang, maka Sahabat Tour Aqsa pun akan merasa lebih siap dan lebih menikmati. Sahabat Tour Aqsa dapat memulainya dengan cara merencanakan hendak kemana pergi berlibur, biaya yang dibutuhkan (estimasi budget) hingga memutuskan berlibur menggunakan jasa travel ataukah tidak. Tentunya dengan perencanaan ini akan membantu Sahabat Tour Aqsa sekalian dalam menikmati liburan dengan kesan yang asik. Teruntuk Sahabat Tour Aqsa yang senang sekali menjelajah ke kawasan yang penuh makna dan sejarah, Sahabat Tour Aqsa sekalian dapat mencoba untuk mendaftar paket Tour Aqsa ataupun Tour Aqsa Jordan Mesir. Karena dengan Sahabat Tour Aqsa mendaftar paket Tour Aqsa Jordan Mesir, Sahabat Tour Aqsa dapat berlibur dengan mengunjungi tiga negeri sekaligus loh. Luar biasa asiknya kan? Nah.. bagi Sahabat Tour Aqsa yang ingin mendapatkan infromasi seputar Tour masjidil Aqsa dan informasi lebih lengkap seputar Tour Aqsa Jordan Mesir 2022 Jakarta, yuk coba simak informasi dibawah ini.

Hendak Berlibur ke Masjidil Aqsa? Kenal Lebih Dalam Yuk!

Sebelum Sahabat Tour Aqsa berkunjung ke Masjidil Aqsa, yuk coba kenal lebih dalam. Tentu Sahabat Tour Aqsa tak lagi asing perihal Masjidil Aqsa yang termasuk kedalam salah satu diantara tiga masjid mulia yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Keutamaan ini langsung disebutkan oleh Allah dalam ayat – ayat Al Qur’an dan sabda Nabi Muhammad Saw. Berdasarkan sejarah yang terukir, masjid kedua yang dibangun di muka bumi ini memiliki peran yang luar biasa dalam perkembangan peradaban islam. Hal ini dikarenakan sejak zaman dahulu tempat ibadah ini menjadi tempat tersebarnya dakwah para nabi yang diutus oleh Allah Swt. Dan ini berada di Kota Jerusalem yang merupakan sebuah kota yang menyaksikan begitu banyak nabi yang Allah utus dan berdakwah di sana. Inilah sebuah kota yang menyediakan air yang diminum oleh para utusan Allah, udara yang mereka hirup, tanah tempat mereka berpijak serta merebahkan tubuh mereka yang mulia. Akan tetapi, di balik berbagai keutamaan yang dimilikinya tak sedikit umat Islam yang belum mengenalnya dan tahu tentang sejarahnya.

Mungkin Sahabat Tour Aqsa menyadari bahwa di sini banyak sekali yang salah kaprah pada saat disebut sebagai Masjidil Aqsa. Karena banyak yang beranggapan bahwa Masjidil Aqsa hanya terdiri dari satu bangunan saja, padahal terdiri atas beberapa bangunna di dalamnya. Ada yang berkata bahwa Masjidil Aqsa merupakan bangunan yang memiliki kubah berwarna kehitaman atau perunggu. Pendapat – pendapat yang ada tersebut seakan saling berbenturan dan ada pula yang mengatakan pencitraan Qubbatus Shakhrakh atau yang disebut Dome of The Rock, bangunan dengan kubah berwarna kuning sebagai Masjidil Aqsa adalah konspirasi Yahudi agar umat Islam tak mengenal Masjidil Aqsa.

Sekilas Tentang Masjid Abu Darwish di Jordan

Saat berada di Jordan, Sahabat Tour Aqsa dapat berkunjung ke salah satu masjid yang berada di Jordan, salah satunya Masjid Abu Darwish ini. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Masjid Abu Darwish mungkin bukan menjadi salah satu tempat wisata di Jordan yang paling populer ataupun yang paling terkenal. Akan tetapi Masjid Abu Darwish benar – benar masjid di Jordan yang layak dikunjungi apabila Sahabat Tour Aqsa memiliki kesempatan berlibur kesana. Dibandingkan dengan banyak masjid lain di Timur Tengah, Masjid Abu Darwish ini ialah kompleks yang tergolong baru. Masjid ini terlihat indah, namun juga terlihat sederhana dan memiliki keunikan tersendiri. Masjid Abu Darwish ini terlihat dari kejauhan dan diketahui didirikan pada tahun 1961. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa Masjid Abu Darwish ini jauh lebih muda daripada banyak masjid lain yang dapat dilihat di Jordania dan di seluruh Timur Tengah. Diketahui bahwa pembangunan masjid ini di danai oleh Abu Darwish (Mustafa Hassan) yang mencakup total luas sekitar 2.500 meter persegi. Tanah tempat masjid Abu Darwish ini berdasarkann informasi merupakan milik Mustafa Hassan. Mustafa Hassan juga turut mendesain Arsitektur dan interior di Masjid Abu Darwish, sementara salah satu kaligrafi lokal terbaik didatangkan untuk melakukan semua berbagai lukisan dan prasasti.

Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa hampir seluruh pekerjaan pembangunan dilakukan oleh warga Palestina dari sebuah desa di Tepi Barat dekat Gaza. Sebelum Masjid Abu Darwish dibangun, wilayah Ashrafiyeh di Amman hampir tak berpenghuni meskipun terdapat rumah sakit yang terletak di gunung itu. Bahkan, Abu Darwish memiliki dua kamar bersantai yang dibangun di atas tanah yang dimilikinya setelah menyadari bahwa tak ada tempat bagi perempuan untuk beristirahat ketika mereka melakukan perjalanan ke rumah sakit untuk merawat kerabat mereka yang sakit. Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa Masjid Abu Darwish ini berisi perpustakaan beserta museum kecil tetapi tak ada jaminan bahwa pengunjung akan diizinkan untuk melihat museum. Sebagai aturan umum, masjid tak terbuka untuk non-Muslim. Akan tetapi, banyak turis termasuk wisatawan non-Muslim, telah dapat melihat di dalam masjid. Pada waktu waktu sholat, masjid ini hanya merupakan situs khusus Muslim, tetapi di luar waktu sholat pemandu wisata lokal dapat lebih sering mengatur tour pribadi ke interior masjid. Sementara interiornya tak sedekat seperti masjid – masjid yang lebih tua, masih merupakan masjid yang sangat indah untuk dikunjungi dan terlebih lagi didalamnya. Seperti peraturan di masjid pada umumnya bahwa pengunjung harus berpakaian tertutup dan pengunjung wanita diharapkan untuk menutupi rambut mereka dengan syal ataupun jilbab.

Tokoh Terkemuka Dalam Peradaban Islam di Mesir

Dalam sejarah peradaban islam, pastinya terdapat tokoh – tokoh yang berperan besar kan? Berikut lebih jelasnya.

  1. Rifa’ah Baidawi Rafi’ Al – Tahtawi

Salah satu tokoh yang berperan dalam kemajuan peraadaban islam di Mesir ialah Al – Tahtawi. Al – Tahtawi lahir pada tahun 1801 di Tahta yang merupakan suatu kota di Mesir bagian selatan dan meninggal di Kairo pada tahun 1873. Al-Tahtawi mulai belajar di Universitas Al – Azhar Kairo pada saat usianya 16 tahun.  Ia menyelesaikan studinya di Al – Azhar pada tahun 1822 yakni dalam kurun selama waktu lima tahun. Beberapa gagasan pemikiran terkait pembaruan Islam yang diusungnya ialah sebagai berikut :

  • Ajaran Islam tak sebatas mementingkan kesejahteraan hidup di akhirat saja, akan tetapi juga hidup di dunia.
  • Pendidikan harus bersifat universal, misalnya wanita harus memperoleh pendidikan yang sama dengan kaum pria. Istri harus menjadi teman dalam kehidupan intelektual dan sosial.
  • Kekuasaan raja yang cenderung absolut harus dibatasi dengan syariat. Karena itu, raja harus bermusyawarah dengan ulama dan kaum intelektual. Syariat harus diartikan sesuai dengan perkembangan modern.
  • Para ulama harus mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan modern agar syariat dapat tegak di tengah kehidupan masyarakat modern.
  1. Jamaludin Al – Afghani

Jamaludin Al – Afghani merupakan salah satu tokoh terkemuka di Mesir yang lahir di Afghanistan pada tahun 1839 dan meninggal dunia di Istanbul pada tahun 1897. Ketika usia 22 tahun, Jamaludin Al  – Afghani telah menjadi pembantu bagi Pangeran Dost Muhammad Khan di Afghanistan. Pada tahun 1864 ia menjadi penasehat Sir Ali Khan. Beberapa tahun kemudian Jamaludin Al – Afghani diangkat oleh Muhammad A’zam Khan menjadi Perdana Menteri. Pada saat Jamaludin Al – Afghani menjadi perdana Menteri, penguasa Inggris telah mulai mencampuri soal politik dalam negeri Afghanistan. Ketika terjadi pergolakan di Afganistan, maka Jamaludin Al – Afghani memilih untuk melawan golongan yang didukung oleh Inggris. Dalam pergolakan itu, pihak Jamlaudin Al – Afghani kalah maka ia merasa lebih aman meninggalkan tanah tempat kelahirnya dan akhirnya menempuh perjalanan ke Mesir. Beberapa pemikiran Jamaludin Al – Afghani tentang pembaruan Islam antara lain :

  • Kemunduran umat Islam tak disebabkan karena Islamnya. Kemunduran itu disebabkan oleh berbagai faktor yang terdapat dalam diri umat Islam sendiri.
  • Untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lalu dan sekaligus menghadapi dunia modern, maka umat Islam harus kembali kepada ajaran Islam yang murni. Islam juga harus dipahami dengan akal serta kebebasan berpikir.
  • Tidak ada pemisahan antara agama dan politik. Rasa solidaritas antar umat Islam harus dihidupkan kembali di dunia Islam.
  1. Muhammad Ali Pasya

Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa Muhammad Ali Pasya lahir di Kawala, Yunani pada tahun 1765 dan meninggal di Mesir pada tahun 1849. Muhammad Ali Pasya merupakan seorang keturunan Turki. Saat berkedudukan sebagai seorang raja, Muhammad Ali Pasya memprioritaskan bidang militer. Ia berpandangan bahwa kekuasaannya hanya dapat dipertahankan dan diperbesar dengan kekuatan militer. Untuk mendukung kekuatan militer, maka Muhammad Ali pasya membangun kekuatan ekonomi. Karena hal ini dipercaya bahwa di balik kekuatan militer pasti terdapat kekuatan ekonomi sebagai penyedia biayanya. Untuk membangun kekuatan militer dan kekuatan ekonomi, ilmu – ilmu modern pun diperlukan sebagaimana telah dikenal orang di eropa.  Tak hanya itu saha, ide dan gagasan Muhammad Ali Pasya yang dinilai inovatif pada zamannya adalah mendirikan sekolah – sekolah modern.

Muhammad Ali Pasya ini memasukkan ilmu – ilmu modern dan sains ke dalam kurikulum di sekolah – sekolah  yang  didirikannya. Sekolah – sekolah inilah yang kemudian dikenal sebagai sekolah modern di Mesir pada khususnya dan dunia Islam pada umumnya. Pada saat Muhammad Ali Pasya memperkenalkan pendidikan sistem modern, masyarakat Mesir saat itu masih menggunakan sistem pendidikan tradisional yaitu kuttab, masjid, madrasah dan Jami’ Al – Azhar (Universitas Al – Azhar). Ilmu – ilmu yang dikembangkan di lembaga – lembaga tradisional ini hanya terkait ilmu keagamaan saja seperti tafsir, hadis, fiqh, dan ilmu tauhid. Muhammad Ali Pasya melihat bahwa lembaga-lembaga pendidikan tradisional yang sudah ada tentu sulit menerima kurikulum modern ke dalam lembaganya. Oleh karena itu, Muhammad Ali Pasya tak mengubah lembaga pendidikan tradisional yang sudah ada, akan tetapi menempuh jalan alternatif mendirikan sekolah modern sendiri. Ide dan tindakan yang ditempuh Muhammad Ali Pasya ini menunjukkan adanya kemajuan di zamannya. Hal ini dikarenakan berani berbeda dengan merealisasikan pikiran strategisnya untuk kemajuan umat Islam.

  1. Muhammad Abduh

Muhammad Abduh diketahui lahir di daerah Mesir hilir pada tahun 1849 dan wafat pada tanggal 11 Juli 1905. Sewaktu kecil, Muhammad Abduh belajar di rumah. Muhammad Abduh melanjutkan belajar Al – Qur’an hingga hafal dalam waktu dua tahun. Kemudian dilanjutkan studinya ke Universitas Al – Azhar. Di lembaga inilah Muhammad Abduh untuk pertama kalinya bertemu dengan Jamaludin Al – Afghani yang datang ke Mesir dalam perjalanannya ke Istanbul. Dalam pertemuan tersebut, Jamaludin Al – Afghani mengajukan berbagai pertanyaan mengenai arti beberapa ayat Al – Qur’an, kemudian Jamaludin Al – Afghani memberikan tafsirannya. Perjumpaan ini membuat kesan yang baik dalam diri Muhammad Abduh. Pada saat Jamaludin Al – Afghani datang ke Mesir lagi untuk menetap di tahun 1871, Muhammad Abduh menjadi muridnya yang setia. Ia mulai belajar filsafat di bawah pimpinan Jamaludin Al – Afghani. Di masa inilah Muhammad Abduh telah mulai menulis karangan – karangan untuk harian Al – Ahram. Pendidikan Muhammad Abduh di Al – Azhar selesai pada tahun 1877 dengan mendapat gelar Alim. Setelah itu, ia mulai mengajar. Untuk pertama kalinya di Al – Azhar, kemudian di Dar Al – Ulum dan di rumahnya sendiri. Di antara sumber bahan ajarnya adalah buku akhlak karangan Ibn Miskawaih, Mukaddimah karya Ibn Khaldun dan Sejarah Kebudayaan ropa karangan Guizot. Ketiga buku terebut diterjemahkan Al – Tahtawi ke dalam bahasa Arab di tahun 1857. Adapun pemikiran dan gagasan pembaruan Muhammad Abduh yang membawa dampak positif bagi pengembangan pemikiran Islam diantaranya :

  • Islam adalah ajaran rasional yang sejalan dengan akal. Dengan akal, maka ilmu pengetahuan menjadi maju.
  • Pintu ijtihad masih terbuka lebar bagi umat Islam. Ijtihad merupakan dasar penting dalam menafsirkan kembali ajaran Islam.
  • Kekuasaan negara harus dibatasi oleh konstitusi yang dibuat oleh negara yang bersangkutan.
  1. Muhammad Rasyid Rida

Muhammad Rasyid Rida merupakan murid Muhammad Abduh yang paling dekat. Muhammad Rasyid Rida lahir pada tahun 1865 di Al – Qalamun yakni suatu desa di Lebanon yang letaknya tidak jauh dari kota Tripoli (Syria). Sewaktu kecil Muhammad Rasyid Rida dimasukkan ke madrasah tradisional di Al – Qalamun untuk belajar menulis, berhitung dan membaca Al – Qur’an. Pada tahun 1882, Muhammad Rasyid Rida meneruskan pelajaran di Madrasah Al – Wataniah Al – Islamiyah (Sekolah Nasional Islam) di Tripoli. Di madrasah ini, selain diajarkan bahasa Arab, Turki dan Perancis, juga diajarkan pengetahuan – pengetahuan agama dan pengetahuan – pengetahuan modern. Meskipun Muhammad Rasyid Rida sudah belajar kepada guru – guru sebelumnya. Ia berniat untuk menggabungkan diri dengan Al – Afghani di Istanbul, tetapi niat itu tak terwujud. Sewaktu Muhammad Abduh berada dalam pembuangan di Beirut, Muhammad Rasyid Rida mendapat kesempatan untuk berjumpa dan berdialog dengan murid Al – Afghani ini. Dialog – dialog ilmiah itu meninggalkan kesan yang baik dalam diri.

Muhammad Rasyid Rida mulai merealisasikan ide – ide terkait pembaruan pada saat masih berada di Syria. Usaha – usaha tersebut mendapat tantangan dari pihak Kerajaan Usmani. Ketika masih berada di Syria, ia merasa terikat dan tidak bebas. Akhirnya, ia berketetapan hati untuk pindah ke Mesir agar dapat dekat dengan Muhammad Abduh. Muhammad Rasyid Rida tiba di Mesir pada bulan Januari 1898. Beberapa bulan kemudian Muhammad Rasyid Rida mulai menerbitkan majalah yang termasyhur berjudul Al – Manar. Isi majalah ini banyak diilhami oleh pemikiran Muhammad Abduh. Tujuan tersebut antara lain mengadakan pembaruan dalam bidang agama, sosial, dan ekonomi. Beberapa pemikiran Rasyid Rida tentang pembaruan Islam antara lain :

  • Kemunduran umat Islam disebabkan karena ada banyak unsur ajaran bukan Islam yang sudah masuk terlalu jauh ke dalam ajaran Islam, sehingga ajaran Islam di tengah kehidupan umat Islam tidak murni lagi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemurnian ajaran Islam di tengah kehidupan umat Islam.
  • Di tengah kehidupan umat Islam harus ditumbuhkan sikap aktif dan dinamis.
  • Umat Islam harus meninggalkan sikap dan pemikiran kaum fatalis, Jabariyah (yaitu kaum yang hanya pasrah pada keadaan).
  • Akal dapat dipergunakan untuk menafsirkan ayat dan hadis tanpa meninggalkan prinsip umumnya.
  • Umat Islam harus menguasai sains dan teknologi untuk mencapai kemajuan.

Setelah Berlibur, Ini Yang Akan di Dapat!

Pergi berlibur menjadi kewajiban yang harus dilakukan bagi sebagian orang. Karena hanya dengan pergi berlibur lah Sahabat Tour Aqsa dapat rehat sejenak dari segala hal yang membuat pening kepala dan membuat diri menjadi lebih rileks. Banyak sekali yang akan didapatkan saat Sahabat Tour Aqsa menjalankan liburan. Apa saja? Berikut lebih jelasnya.

  1. Menyegarkan Pikiran

Pastinya Sahabat Tour Aqsa mengerti bahwa setiap orang pasti membutuhkan waktu rehat dari kejenuhan aktivitas yang dijalaninya. Pada umumnya rehat dari segala kejenuhan yang ada ini dimanfaatkan untuk pergi berlibur untuk melepas penat yang sedang berkecamuk. Apabila Sahabat Tour Aqsa menyempatkan diri untuk berlibur, maka akan dapat menyegarkan kembali pikiran Sahabat Tour Aqsa sekalian. 

  1. Membuat Lebih Bahagia

Berdasarkan penelitian dalam Journal Applied Research in Quality of Life menunjukan bahwasannya rasa bahagia yang senang liburan akan meningkat tajam dibandingkan seseorang yang tak pergi berlibur. Dalam satu kali liburan juga dapat membuat seseorang merasa bahagia selama 8 bulan. Jeroen Nawijn, sang kepala penelitian mengatakan bahwa tak ada orang yang lebih bahagia selain mereka yang menikmati liburan.

  1. Membuat Tampak Awet Muda

Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa dari hasil penelitian The Global Commission on Aging and Transamerica Center di Amerika Serikat menyatakan bahwasannya liburan dapat membuat Sahabat Tour Aqsa terlihat lebih awet muda. Tak hanya itu, liburan juga dipercaya dapat menunda lebih lama munculnya masalah kulit seperti keriput dan gejala penuaan dini karena Sahabat Tour Aqsa dapat merasa lebih bahagia dan mengurangi stress dalam keseharian Sahabat Tour Aqsa.

Agar keinginan Sahabat Tour Aqsa untuk berlibur ke Aqsa Jordan Mesir dapat berjalan dengan lancar dan segera terlaksana, jangan lupa untuk dipersiapkan dengan matang ya! Sahabat Tour Aqsa dapat langsung mendaftar paket Tour Aqsa Jordan Mesir 2022 Jakarta ini ke Satutours Travel. Caranya mudah banget kok. Sahabat Tour Aqsa dapat langsung menghubungi nomor yang tertera di website ini dan bisa langsung melakukan pendaftaran. Dengan begitu, Sahabat Tour Aqsa hanya tinggal menunggu waktu keberangkatan di tahun 2022. Gimana? Asik sekali kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *