Review Lengkap Destinasi Zaanse Schans Belanda

Review Lengkap Destinasi Zaanse Schans Belanda

Review Lengkap Destinasi Zaanse Schans Belanda

Review Lengkap Destinasi Zaanse Schans Belanda
Review Lengkap Destinasi Zaanse Schans Belanda

Kincir angin memang menjadi ikon dari negeri Belanda. Di negeri bertanah rendah ini, kincir angin tersebar di berbagai wilayah. Namun yang terdapat kumpulan kincir angin hanya dua daerah saja. Pertama, desa Kinderdijk yang memang telah populer di mata wisatawan sebagai desa kincir angin. Terlebih lagi setelah dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1997. Kemudian, kumpulan kincir angin raksasa juga ada di Zaansee Schaan. Destinasi tour Eropa halal ini merupakan tempat wisata yang tak kalah populer dengan desa Kinderdijk. Simak review lengkap destinasi Zaanse Schans Belanda ini!

Mengabadikan masa keemasan Zaans

Bila desa Kinderdijk lebih alami dengan kincir angin yang memang tempat tinggal warga dan difungsikan sebagai windmill, Zaanse Schans ini merupakan desa buatan untuk konservasi atau disebut Open Air Museum. Seorang arsitek bernama Jaap Schiper yang merancang desa ini tepatnya tahun 1946. Desa ini dibuat untuk mengabadikan masa keemasan Zaans serta kehidupan masyarakatnya pada saat itu.

Pada abad ke-17 dan ke-18, Zaans memang menjadi area industri yang sangat maju dan menjadi kota industri pertama di Eropa. Pada saat itu, masyarakat bekerja sebagai nelayan dengan menangkap ikan-ikan di sungai. Mereka pun mendirikan kincir angin dari keuntungan mereka berdagang ikan-ikan hasil tangkapan. Kincir angin ini awalnya difungsikan sebagai tenaga pengering polder kemudian fungsinya meningkan. Selain tenaga pengering, juga menggiling hasil pertanian, memotong kayu, membuat cat dan lain sebagainya.

Terjadinya penurunan jumlah kincir angin menjadi awal dari pembentukan desa buatan ini. Kincir angin yang dibangun pertama kali tahun 1574 ini awalnya berjumlah 600 kemudian terus menurun menjadi 50 kincir angin di tahun 1920. Ini jelas menimbulkan keprihatinan mengingat sejarah industri di Zaans. Untuk itu, desa buatan ini dibentuk.  Kawasan yang masuk dalam European Route of Industrial Heritage ini kini dikelola oleh De Zaansche Molen, yaitu asosiasi yang bertugas melestarikan pabrik industri di wilayah Zaans.

Terdapat 6 kincir angin

Sebenarnya, ada puluhan kincir angin yang dilestarikan di wilayah Zaanstad. Namun, dalam kawasan Zaanse Schans terdapat 6 kincir angin dengan fungsi yang berbeda-beda. Melansir dari Detikcom, kincir angin yang terletak di sepanjang sungai Zaans yaitu De Huisman (pembuatan makanan saus Mustard), De Kat (pembuatan cat), De Gekroonde Poelenburg & Jonge Schaap (penggergajian kayu), De Zoeker & De Bonte Hen (pembuatan minyak). Kemudian ada 2 kincir angin berukuran kecil yaitu De Windhond (pengasah batu) dan De Hadel (menguras air).

Review Lengkap Destinasi Zaanse Schans Belanda
Review Lengkap Destinasi Zaanse Schans Belanda

Kincir terbaru, Het Jonge Schaap

Kincir-kincir angin lainnya memang telah ada sejak lama. Kincir-kincir itu dulu berpencar, namun kemudian dipindahkan ke dalam satu kawasan ini dan direnovasi hingga seperti sekarang. Pemindahan itu terjadi pada tahun 1961 dan 1974. Berbeda cerita dengan Jonge Schaap yang merupakan kincir terbaru. Didesain oleh Anton Sipman, kincir ini baru diresmikan pada 27 September 2007. Kincir tersebut berfungsi sebagai gergaji yang memotong balok-balok kayu.

Aktivitas yang bisa dilakukan

Di kawasan ini, Sahabat Satutours tak hanya menikmati panorama kincir angin atau berkeliling kawasan saja. Ada banyak aktivitas yang telah tersedia dan menjadi daya tarik tempat wisata ini. Berikut ini serangkaian aktivitas yang memanjakan pengunjung:

  1. Melihat pembuatan klompen

Berkunjunglah ke Wooden Shoe Workshop ‘de Zaanse Schans yang merupakan pabrik pembuatan sepatu khas Belanda. Klompen, atau sepatu kayu khas Belanda ini dulunya dipakai untuk beraktivitas oleh para penduduk Belanda. Namun sekarang penggunanya sudah berkurang, dan lebih sering dijadikan souvenir untuk para wisatawan.

Di tempat ini, wisatawan dapat melihat klompen disematkan di dinding. Warna-warna dan motifnya yang indah tentu menarik untuk jadi salah satu spot foto. Lebih menariknya lagi, wisatawan dapat menyaksikan proses pembuatan klompen ini mulai dari memotong balok-balok kayu basah, kemudian dibentuk oleh mesin berteknologi modern hingga berbentuk sepatu. Klompen dijemur baru dilukis dengan motif-motif yang cantik.

  1. Mencicipi keju

Keju asli Belanda memang populer di dunia. Dengan keju Gouda yang khas berwarna kuning dibungkus lilin parafin berwarna merah. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut tentu akan membuat Sahabat Satutours ketagihan mencicipinya. Dalam Zaanse Schans terdapat Cheese Farm Catharina Hoeve, pabrik pembuatan keju yang bisa didatangi untuk mencicipi keju ini. Pengunjung disediakan potongan keju kecil-kecil.

Selain mencicipi, wisatawan juga disuguhkan dengan proses pembuatan keju. Menariknya, pengunjung akan dibimbing oleh staf Catharina Hoeve yang berpakaian tradisional Belanda. Staf tersebut akan menceritakan mengenai keju Henri Willig: mulai dari Gouda sampai keju kambing dan keju herba.

  1. Membuat coklat sendiri

Cokelat buatan Belanda memang menjadi salah satu buah tangan. Rasanya tak kalah enak dengan cokelat asal Belgia atau Swiss. Jika Sahabat Satutours adalah pecinta cokelat, mampirlah ke salah satu toko mungil bernama Cocoa Lab. Di sana, pengunjung dapat membuat cokelat sendiri menggunakan metode abad ke-17 dan 18.

  1. Berkunjung ke Zans Museum

Salah satu aktivitas yang wajib dilakukan yaitu berkunjung ke Zaans Museum. Di museum ini, pengunjung disajikan dengan koleksi artefak-artefak dari ratusan tahun lalu. Ini memperlihatkan bagaimana kehidupan masyarakat Belanda saat itu.

  1. Aktivitas lainnya

Selain empat aktivitas di atas, masih ada banyak hal yang bisa dilakukan di kawasan ini. Seperti mengunjungi museum-museum lainnya, yaitu Verkade Paviljoen museum coklat dan biskuit, dan Albert Heijn Museum Shop yang merupakan supermarket tertua dan terbesar yang didirikan Albert Heijn tahun 1887. Kemudian menyusuri sungai Zaans menggunakan perahu (boat trip). Ketika siang tiba, wisatawan dapat merasakan makan siang mewah di restoran De Kraai di Zaanse Schans. Sebelum pulang, berbelanja cendera mata di toko-toko yang ada di sana.

Review Lengkap Destinasi Zaanse Schans Belanda
Review Lengkap Destinasi Zaanse Schans Belanda

Lokasi dan Akses

Zaanse Schans terletak di utara Amsterdam tepatnya di kotamadya Zaanstad, Provinsi North Holland. Sahabat Satutour dapat menuju tour Eropa halal ini dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Kalau mengendarai mobil, bus atau kereta api dari Bandara Schiphol Amsterdam hanya 30 menit. Sedangkan dari Centrum Amsterdam sekitar 15 menit. Kalau ingin  kereta dari Amsterdam ini bisa menuju Stasiun Pusat Amsterdam. 15 menit kemudian, kereta akan membawa Sahabat Satutours ke Koog-Zaandijk. Turun dari stasiun tersebut, hanya tinggal berjalan kaki selama 10 menit.

Waktu Terbaik

Mengunjungi kawasan Zaanstad dianjurkan selain musim dingin. Sebab, saat musim dingin tak semua kincir angin dibuka untuk umum. Hanya Jonge Schaap yang buka setiap hari. Sedangkan kincir angin lainnya hanya dibuka ketika akhir pekan saja atau sesuai perjanjian.

Begitulah review lengkap destinasi Zaanse Schans Belanda. Karena lokasinya yang dekat dengan pusat kota, Zaanse Schans ini bisa menjadi opsi yang menarik bagi Sahabat Satutours. Zaanse Schans juga memiliki fasilitas yang lengkap untuk melakukan travel tour Eropa Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *