Paket Umroh Plus Aqsa

Paket Umroh Plus Aqsa

Paket Umroh Plus Aqsa

Informasi ONH Plus 2022
Informasi Umroh Plus Aqsa

Siapa yang tak ingin pergi ke tanah suci untuk melakukan ibadah umroh? Tak seperti ibadah haji yang harus menunggu jadwal keberangkatan, Sahabat Satutours bisa menentukan sendiri jadwal keberangkatan ibadah umroh baik sendiri maupun bersama anggota keluarga yang lainnya. Karenanya, tak mengherankan jika kini peminat ibadah umroh pun mengalami peningkatan yang signifikan. Sehingga banyak yang mulai melirik bisnis ini, dengan menawarkan paket umroh menarik. Salah satunya penyedia layanan paket umroh tersebut ialah Satutours dengan Paket Umroh Plus Aqsa sebagai salah satu layanan unggulannya.

Yang menarik dari layanan paket umroh yang ditawarkan Travel Umroh Plus Aqsa bersama Satutours, ialah Sahabat Satutours tak cuma menawarkan paket umroh saja namun  juga bisa berkunjung ke berbagai destinasi bersejarah yang lainnya di tanahnya para nabi. Dari Mulai menjelajahi Tanah para Nabi di Palestina hingga Ke Mekkah dan Madinah. Yang paling populer dan ditunggu-tunggu pastinya menjelajahi Masjid Al-Aqsa yang pernah jadi kiblat pertama umat Muslim. Berikut beberapa bagian menarik dari Masjid Al-Aqsa yang akan menambah wawasan ketika berkunjung secara langsung ke sana.

Kompleks Masjid Al – Aqsa

Paket Umroh Plus Aqsa di Satutours

Dalam Paket Umroh Plus Aqsa ini Sahabat Satutours akan diajak napak tilas di masjid-masjid para nabi, salah satunya ialah Masjid Al-Aqsa. Berlokasi di Palestina, masjid yang satu ini menjadi kiblat pertama bagi umat muslim. Tak heran jika, masjid ini begitu istimewa dan bukan hanya jadi tempat beribadah saja.

Berikut beberapa hal yang bisa Sahabat Satutours lihat dan nikmati saat berkunjung ke Kompleks Masjid Al-Aqsa.

Jami’ Al-Aqsa atau Masjid Al-Qibli

Masjid Al-Qibli  atau Jami’ Al,Aqsa  merupakan tempat shalat yang berada di kompleks Masjid Al-Aqsa di bagian selatan. Yang menarik dari bangunan tersebut ialah kubah birunya yang keabu-abuan. Bangunan ini memiliki luas sekitar 35.000 m2 serta mampu menampung hingga 5.000 jemaah dalam satu waktu.

Kubah Shakhrah atau Dome Of the Rock

Selanjutnya selain Jami’ Al-Aqsa, Sahabat Satutours juga bisa menikmati megahnya Kubah Batu atau Kubah Shakhrah atau dalam bahasa Inggris populer dengan sebutan Dome of the Rock. Bangunan ini merupakan sebuah bangunan yang berbentuk persegi delapan yang dihiasi dengan kubah emas dan berlokasi di bagian tengah kompleks Masjid Al-Aqsa. Diperkirakan bangunan tersebut telah dibangun di masa pemerintahan Khalifah Bani Umayah Abdul Malik serta Al-Walid-I, sang putra.

Menurut pendapat Sibt Ibn Jauzi, Kubah Shakhrah telah dimulai didirikan sekitar tahun 687 masehi. Di dalam bangunan berkubah emas ini ada sebuah batu yang menurut beberapa ulama menjadi titian berpijak nabi Muhammad SAW ketika akan menuju langit ke tujuh dalam peristiwa Isra Mi’raj.

Musala Al-Marwani

Kemudian ada Musala Al-Marwani yang merupakan sebuah ruangan bawah tanah dengan luas 500m2 yang difungsikan sebagai tempat shalat. Letaknya sendiri berada di bagian tenggara kompleks Masjid Al-Aqsa. Tempat yang satu ini jauh lebih luas dari Jami’ Al-Aqsa, bahkan mampu menampung hingga 10 ribu jemaah.

Kubah Silsilah

Qubbat As-Silsilah  atau Kubah Silsilah yang juga dikenal dengan sebutan Dome of the Chain merupakan sebuah kubah mandiri yang berada di dekat Kubah Shakhrah sebelah timur. Kubah ini berdiri sekitar tahun 691 dan didirikan oleh Kekhalifahan Umayah,Abdul Malik.

Kubah Nabi

Kubah Jibril atau juga disebut dengan Kubah Nabi merupakan kubah mandiri yang berdiri di sebelah utara kompleks Masjid Al-Aqsa. Bangunan ini lebih digunakan untuk monumen simbolis dibandingkan bangunan untuk beribadah. Menuru informasi, bangunan ini dibangun oleh Muhammad Bey, Gubernur Palestina sekitar tahun 1538 oleh di masa kekhalifahan Usmaniah. Disebut sebagai Kubah Nabi, karena tempat ini dipercaya sebagai tempat dimana Nabi Muhammad SAW berdiri menjadi imam para Nabi ketika shalat berjamaah dalam peristiwa Isra Mikraj.

Museum Islam

Berlokasi tak jauh dari Jami’ Al-Aqsha, museum tersebut menjadi sebuah ruang pertemuan yang digunakan sebagai Madrasah Fakhruddin Muhammad. Sebuah  madrasah yang dibangun ketika masa pemerintahan Sultan Mamluk Mesir yakni Al-Mansur Qalawun berkuasa sekitar 1282 M. Baru kemudian di tahun 1923, tempat tersebut kemudian diubah menjadi sebuah museum.

Ada sejumlah benda bersejarah yang dipajang di museum tersebut, seperti cerek sup besar yang terbuat dari tembaga di Haseki Sultan Imaret sebuah dapur umum yang didirikan untuk kaum fakir oleh permaisuri dari Sultan Usmani, yakni Suleiman Al-Qanuni.

Selain itu, juga ada meriam yang masih digunakan hingga saat ini sebagai penanda waktu untuk berbuka puasa saat Ramadan. Selain itu  masih banyak sejumlah koleksi senjata kuno, serta mimbar yang pernah dibangun oleh Nururuddin Zangi yang kira-kira dibangun tahun 1170an. Kemudian ada sekitar 600 salinan mushaf Al-Qur’an peninggalan masa kekhalifahan Umayah, Fatimiah, Abbasiah, Mamluk, serta Usmani.

Air Mancur Qayt Bay dan Qasim Pasya

Di kompleks Masjid AL-Aqsa terdapat dua air mancur yang sangat menarik, yakni Air mancur Qayt Bay dan Qasim Pasya. Keduanya berada di sebelah barat Masjid Al-Aqsa. Air mancur Qayt Bay dibangun sekitar 1455 oleh perintah Sultan Mesir bernama Al-Asraf Saifuddin Enal, kemudian dilanjutkan oleh Sultan Qayt Bay. Sedangkan Air mancur Qasim Pasya yang juga dikenal dengan sebutan Air Mancur Jeruk Pahit ini dibangun sekitar  tahun 1527. Tempat ini dibangun untuk tempat berwudu dan minum. .

Menara di Masjid Al-Aqsa

Umroh Plus Aqsa

Kompleks Masjid Al-Aqsa memiliki tiga menara yang berada di sebelah utara, selatan, dan barat. Menara yang pertama berada di bagian barat daya disebut dengan Al-Fakhariyyah dan dibangun sekitar tahun 1278  atas perintah dari Sultan Mamluk, Lajin. Menara yang satu ini memiliki gaya arsitetur bergaya tradisional Suriah yang sangat kental.

Menara yang kedua, dikenal dengan sebutan Al-Ghawanimah dan berlokasi di bagian barat laut kompleks Masjid Al-Aqsa dan dibangun sekitar tahun 1297 hingga 1298. Bangunan yang memiliki tinggi sekitar 37 meter tersebut dibangun masih atas prakarsa  Sultan Lajin.  Menara tersebut hampir seluruh bangunannya dibangun dari batu, kemudian ada kanopi kayu yang berada di bagian atas balkon muazin. Karena struktur bangunannya yang kokoh, Menara Al-Ghawanimah ini hampir tak terpengaruh dengan gempa bumi yang pernah melanda kawasan tersebut.

Menara yang satu ini terbagi menjadi beberapa tingkatan yang terlihat seperti cetakan batu dan juga galeri-galeri yang memiliki hiasan berbentuk seperti stalaktit. Dua tingkat yang pertama memiliki ukuran yang lebih luas yang menjadi pondasi bangunan menara. Dan tingkat yang selanjutnya merupakan ruangan yang berbentuk silinder dilengkapi dengan satu kubah bulat yang megah.

Sekitar tahun 1329, Tankiz gubernur kota Mamluk, Suriah, memerintahkan kegiatan pembangunan menara yang hingga dikenal dengan sebutan Bab As-Silsilah. Bangunan tersebut memiliki bangunan berbentuk persegi dengan gaya arsitektur tradisional khas Suriah yang dibangun dari batu.

Demikian tadi beberapa hal menarik yang bisa Sahabat Sattours temukan saat melakukan beribadah umroh dengan memilih Paket Umroh Plus Aqsa bersama Satutours. Spot-spot menarik tersebut baru di Kompleks Masjid Al-Aqsa saja belum di beberapa destinasi yang lain seperti Petra, Laut Mati, Gua Ashabul Kahfi dan makam-makam para Nabi dan sahabat. Tertarik melakukan ibadah umroh dengan Travel Umroh Plus Aqsa bersama Satutours? Sahabat Satutours akan mendapatkan pengalaman ibadah umroh yang lebih lengkap. Yuk, hubungi nomor kontak yang tersedia untuk pemesanan Paket Umroh Plus Aqsa. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *