Biaya Haji Plus 2022

Biaya Haji Plus 2022

Biaya Haji Plus 2022

Haji Plus Satutours
Haji Plus 2022

Program haji plus merupakan salah satu program pemberangkatan ibadah haji yang ditawarkan oleh biro travel haji di Indonesia. Nah, untuk sahabata satutours yang memiliki rencana berangkat haji di tahun 2022, sangat dianjurkan untuk mengikuti program ini.

Haji plus dilaksanakan di antara jutaan umat muslim yang memadati Mekah dan madinah di setiap tahunnya. Pada 2017 saja, ada sekitar 1,6 juta umat muslim dari luar Arab Saudi yang melakukan ibadah tersebut.

Tidak terkecuali dari Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim besar. Negara itu juga sebagai salah satu penyumbang terbesar jamaah haji di setiap tahunnya. Pada 2018 pun ada sekitar 221 ribu orang yang memadati Arab Saudi.

Ibadah haji sendiri sudah seperti menjadi sebuah industri. Pada musim haji, Saudi Arabia bisa meraup pendapatan sekitar 8,5 miliar berdasarkan data Kamar Dagang Makah. Seluruh pendapatan itu didapatkan dalam waktu 40 hari.

Selama itu, Arab Saudi mendapatkan pendapatan dari perumahan, makanan, minuman, souvenir dan tagihan telepon dari luar negara tersebut. Dalam hal ini, pihak pemerintah itu adalah Direktorat jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) dari Kementerian Agama. Namun, terdapat berbagai jenis haji yang menjadi salah satu kewajiban bagi umat muslim itu.

Berkaitan dengan biaya haji 2022 plus, sahabat perlu tahu bahwa program ini dibagi menjadi 2. Ada yang kuota dan non kuota.

Haji Plus (Kuota)

Program Haji Plus
Program Haji Plus

Pihak swasta menyelenggarakan haji plus yang tentu ongkosnya jauh lebih besar. Berbeda dengan haji reguler yang diadakan pemerintah. Kendati demikian, kuota haji plus masih masuk dalam mekanisme pemerintah.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika haji reguler bisa mencapai harga di bawah Rp 40 jutaan. Sementara untuk haji plus bisa mencapai Rp 115 sampai Rp 173 jutaan yang setara dengan 8.000 dolar AS sampai 12 ribu dolar AS.

Mahalnya ongkos naik haji (ONH) plus itu karena mengikuti kenyamanan pelayanan. Yaitu seperti dimanjakan dengan lokasi penginapan atau hotel yang dekat dengan Masjidil Haram dan ragam fasilitasnya.

Biaya perjalanan pun sudah termasuk dalam kebutuhan akomodasi dan konsumsi. Sementara biaya konsumsi tidak termasuk bagi jenis haji reguler.

Tapi biaya perlengkapan, pembuatan paspor, dokumen perjalanan lain, pengeluaran pribadi, acara di luar program, kelebihan bagasi, vaksin meningitis, denda prosesi haji, belum diperhitungkan ONH plus tersebut.

Jamaah haji plus ini hanya tinggal selama 25 hari yang berbeda dengan jamah jenis regular. Jama’ah itu harus menghabiskan waktu 40 hari di Mekah dan Madinah. Itulah mengapa namanya adalah haji plus karena prosesnya lebih cepat.

Selain waktu di Mekah dan Madinah, waktu tunggu berangkat haji plus pun lebih cepat daripada reguler. Biasanya hanya memakan waktu sampai sekitar delapan tahunan. Hanya saja jumlah kuota haji plus ini terbatas.

Haji Plus (Non Kuota)

Program Haji Furoda
Program Haji Furoda

Ini adalah program jenis haji yang menggunakan visa furoda. Sejatinya, program haji plus ini juga masuk ke dalam kuota Indonesia. Sebetulnya, visa furoda masuk ke dalam kuota untuk Arab Saudi.

Tapi seluruh calon haji di dunia bisa memanfaatkannya dengan legal karena menggunakan visa undangan kerajaan Arab Saudi. Calon jamaah jenis haji plus furoda ini tidak perlu mengantri bertahun-tahun lamanya untuk berangkat.

Setelah jamaah haji furoda mendaftar, bisa langsung berangkat di tahun yang sama. Hanya saja tidak mudah untuk mendapatkan visa haji furoda karena perlu diajukan usulan jamaah ke pihak kedutaan terlebih dahulu dari pihak travel.

Pihak mana pun tidak bisa mengintervensi karena pihak kedutaanlah yang menentukan pemberian visa jamaah dengan independent. Pihak kedutaan akan melakukan stempel visa setelah keluar dan biaya haji furoda dilunasi.

Calon jamaah harus mengeluarkan sekitar 15.000 dolar AS yang belum termasuk biaya denda haji dan suntik vaksin meningitis. Jamaah tinggal memilih akan melaksanakan ibadah haji yang mana. Apakah haji reguler, haji plus kuota atau haji plus non kuota.

Masing-masing memiliki waktu tunggunya setelah mendaftar. Tidak ada yang salah selama mendaftarnya dengan cara legal. Pada intinya memang melakukan ibadah haji memerlukan uang yang tidak sedikit.

Maka dari itu mulailah membuat perencanaan untuk dana ibadah tersebut. Cobalah berusaha jika sudah berniat pergi haji salah satu caranya bisa menabung di tabungan haji khusus. Sisihkanlah gaji di setiap bulan agar uang cukup untuk setoran awal pendaftaran biaya haji 2022 plus salah satu contohnya.

Kesepakatan Biaya Haji Reguler Tahun ini

Allah SWT akan mencatat kebaikan yang sudah punya niat dan ikhtiar kuat untuk berangkat haji. Sebab haji adalah panggilan Allah ke Tanah Suci. Akan diberikan jalan kemudahan jika tidak putus harapan, tetap semangat, berusaha dan terus berdoa. Kementerian Agama Rakyat Indonesia (Kemenag RI) pun telah menyepakati Biaya Peneyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Masih sama dengan 2019 lalu, BPIH tahun 1441 Hijriah/2020 Masih sebesar Rp 35.2 juta untuk haji reguler. Sejak November 2019, pembahasan mengenai BPIH tahun ini tidak berubah dari biaya haji reguler tahun 2018. Angka tersebut ditentukan setelah Kemenag dan DPR menetapkan kurs 1 dolar AS setara dengan Rp 13.750 dan riyal (SAR1) setara dengan Rp 3.666.

Besaran BPIH yang terdiri atas uang saku jamaah atau living cost sebesar Rp 5.500.005 atau setara dengan SAR 1.500. Tapi biaya penerbangan pulang pergi bisa terjadi perubahan. Padahal, angka turun dari 2019 yang sebesar Rp 30 jutaan menjadi Rp 28,6 jutaan.

Jamaah tahun ini harus membayar visa Arab Saudi sekitar Rp. 1.100.001 atau setara dengan SAR300. Biaya itu berdasarkan kebijakan Kerajaan Arab Saudi yang mengubah visa progresif dengan visa haji. Sementara total biaya haji per jamaah sekitar Rp 69 jutaan.

Tapi hanya 51 persen yang dibayarkan jama’ah. Sisanya menggunakan tabungan haji jama’ah yang belum berangkat atau dana nilai manfaat. Seluruh fraksi dan Menteri Agama menyetujui dan menyambut baik besaran BPIH tersebut. Diharapkan persiapan yang lebih awal itu mampu menghasilkan skema akomodasi, konsumsi dan transportasi darat ideal.

Indonesia pun mendapatkan jatah kuota haji sebesar 231 ribu pada tahun ini. Jumlah itu terdiri dari 212.521 jamaah haji reguler dan sisanya adalah haji khusus. Biaya haji plus masih tergantung dengan masing-masing pihak travel. Termasuk haji tahun ini, depan maupun biaya haji 2022 plus.

Biaya haji reguler sendiri ditetapkan berdasarkan embarkasi yang diatur Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1439 Hijriyah/2018.

Biaya embarkasi terendah biaya haji reguler berada di daerah Aceh sekitar Rp 31 jutaan. Sementara biaya embarkasi tertinggi ada di Lombok yang mencapai sekitar Rp 38 jutaan. Masyarakat Indonesia mengikutinya melalui penyelenggara dari pemerintah.

Tapi bagi yang belum siap untuk berhaji, masih bisa melakukan ibadah umroh. Meskipun proses haji itu berbeda dengan umroh. Tapi umroh memiliki istilah bernama haji kecil. Sebab di dalam umroh tidak ada hal yang mencakup proses ibadah haji. Sementara ibadah haji terdapat kegiatan umroh di dalamnya.

Maka dari itu biaya umroh lebih murah dan berbeda dibandingkan haji. Tapi tetap saja umat muslim yang ingin menjalankan ibadah umroh harus menabung terlebih dahulu. Tapi ibadah umroh juga sama-sama dapat memanfaatkan agen perjalanan yang menawarkan berbagai paketnya.

Biarpun demikian sangat dianjurkan bagi sahabat yang sudah mampu secara finansial dan ingin berangkat haji sesegera mungkin untuk ikut program haji plus. Percayakan juga perjalanan haji sahabat pada travel haji terpercaya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *