Tour Halal Maroko

Tour Halal Maroko

TOUR HALAL MAROKO

Paket Tour Maroko 2023

Bagi wisatawan muslim, Maroko layak dijadikan salah satu negara tujuan wisata halal yang ingin dikunjungi. Apalagi dewasa ini makin banyak negara yang menyediakan fasilitas wisata ramah muslim dengan menyediakan banyak fasilitas. Sahabat Satutours bisa memasukkan Maroko sebagai destinasi yang layak dikunjungi tahun ini. Tour Halal Maroko bisa menjadi pilihan liburan yang memberikan kemudahan bagi para turis mancanegara dalam mengunjungi negara yang terletak di Afrika bagian utara ini.

Paket wisata halal tentu memiliki banyak keunggulan, terutama bagi wisatawan muslim. Kelebihan tersebut diantaranya tersedianya makanan halal yang mudah ditemui, penginapan yang tidak campur, dan restoran yang terbebas dari alkohol. Selain itu juga tersedia fasilitas yang memudahkan wisatawan untuk beribadah. Namun demikian, bukan berarti Tour Halal Maroko ini hanya untuk wisatawan muslim saja. Siapapun bisa mengikutinya, terutama bagi wisatawan yang berkunjung dengan keluarganya. Fasilitas tour halal ini juga sangat ramah bagi anak kecil yang dibawa oleh orang tua mereka.

Berbicara dengan destinasi Halal di Maroko, masih sangat banyak sekali yang bisa digali dari negara ini. Negara yang berbentuk kerajaan ini berbatasan langsung dengan Eropa di sebelah utara. Ini menjadikan Maroko sebagai negara yang unik, karena terjadi akulturasi budaya Afrika, Eropa dan Arab yang sangat kuat. Meski Maroko berada dalam teritori negara Afrika, namun bahasa nasional yang digunakan adalah bahasa Arab. Pengaruh sejarah panjang dalam penyebaran Islam pada beberapa abad lalu menjadikan Maroko sebagai negara muslim yang besar di Afrika Utara hingga saat ini.

Casablanca menjadi tujuan pertama karena memiliki keunikan karena dipengaruhi oleh budaya Perancis

Terdapat dua kota utama yang biasa dikunjungi oleh wisatawan mancanegara saat mengunjungi Maroko, diantaranya ialah kota Casablanca dan kota Rabat. Secara umum kota Casablanca lebih dikenal oleh wisatawan asal Indonesia dibanding kota Rabat. Casablanca merupakan kota industri terbesar yang terdapat di Maroko, meski demikian bangunan tinggi tidak terlalu banyak terdapat di kota yang menjorok ke Samudera Atlantik ini. Sedangkan Rabat merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Kerajaan Maroko. Rabat tidak terlalu padat, karena hanya dihuni oleh sekitar 650.000 jiwa saja. Jauh sebelum menjadi ibukota Kerajaan Maroko, Rabat telah menjadi benteng umat muslim pada tahun 700 Masehi. Selain itu, kota ini juga menjadi ibukota protektorat Prancis saat dijajah Prancis sejak tahun 1912.

Beberapa destinasi yang bisa Sahabat Satotours kunjungi di Kota Casablanca diantaranya adalah Masjid Hassan II, Square Mohammed V dan Souk Habous. Masjid Hassa II bisa disebut sebagai masjid terbesar yang ada di Benua Afrika. Masjid ini dibangun pada 9 Juli 1980 dan selesai pada 30 Agustus 1993. Masjid Hassan II dapat menampung 25.000 orang di hall utamanya dan menampung 80.000 orang di keseluruhan kompleksnya. Keunikan lain dari masjid ini adalah menaranya yang sanggat tinggi yakni mencapai 200 meter yang bisa dilihat dari jarak 35 km.

Para wisatawan muslim dapat menikmati setiap keindahan masjid ini dan bisa beribadah dengan  nyaman. Sebab Masjid Hassan II ini juga menjadi pusat studi Al-Quran, perpustakaan dan museum yang sengaja dirancang oleh Kerajaan Maroko sejak awal didirikannya. Meskipun masjid ini berukuran besar, namun ornamen interiornya dibuat dengan sangat detail. Inilah salah satu sebab mengapa pembangunan masjid ini memakan waktu cukup lama lebih dari satu dekade. Interior mozaik bangunan dibuat sangat detail, ukiran kayu dan batu sangat rinci. Pembangunan masjid ini mengerahkan sekitar 6.000 pengrajin dan seniman. Masjid ini juga menyediakan berbagai fasilitas bagi pengunjung, seperti lantai berpenghangat, area sauna tradisional dan area cuci.

Masjid Hassan II juga diklaim sebagai masjid terbesar ketiga di dunia setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun menjorok ke samudera Atlantik, sehingga seakan-akan berada ditengah laut dan tampak terapung dari kejauahan. Masjid megah ini kini menjadi ikon kota Casablanca. Semua tradisi indentitas Maroko diterjemahkan langsung pada setiap ornamen yang dibuat. Berbagai gaya arsitektur yang merupakan akulturasi budaya Maroko melekat pada masjid ini, diantaranya gaya Mediterania, Berber, Timur, Afrika dan Andalusia. Bangunan ini juga dibangun memperhatikan aspek keselamatan, sehingga diklaim dapat menahan erosi dan gempa bumi.

Catatan penting lainnya ialah bahwa Masjid ini terbuka bagi pengunjung non muslim. Pihak masjid membuka diri bagi siapapun untuk mengunjungi masjid ini dengan syarat harus memakai pakaian yang sopan, melepas alas kaki dan juga harus ditemani oleh pemandu untuk dapat memasuki kawasan masjid. Pemandu yang terdapat di masjid ini bisa menggunakan beberapa bahasa asing seperti bahasa Prancis, Spanyol, Jerman dan Inggris. Bahkan pengunjung non muslim juga diperkenankan memasuki ruang sholat utama, ruang wudhu dan kolam pemandian masjid yang berada di lantai dasar.

Masjid Hassan II yang menjadi ikon dari kota Casablanca

Setelah mengunjungi Masjid Hassan II, Sahabat Satutours juga bisa mengunjungi Square Mohammed V yang juga berada di kota Casablanca. Kawasan ini didirikan pada tahun 1916 ketika Maroko masih dijajah oleh Prancis. Bangunan ini merupakan area publik yang berada tepat di tengah Casablanca, dirancang oleh arsitek asal Prancis yakni Henri Prost dan Josseph Marrash.

Square Mohammed V merupakan alun-alun yang sengaja dibangun sebagai penghormatan kepada mantan Raja Maroko Mohammed V. Kawasan ini juga dikenal dengan istilah “Pigeon Square” karena terdapat banyak burung merpati yang singgah di sana. Para wisatawan dapat menikmati indahnya kawasan ini sambil bermain-main dengan merpati serta mengabadikan momen tak terlupakan di jantung kota Casablanca ini.

Penat bermain-main di  Square Mohammed V, selanjutnya Sahabat Satutours bisa membeli keperluan belanja dan oleh-oleh khas Maroko di Souk Habous. Souk Habous merupakan pasar tradisional yang dibangun dengan konsep Medina atau kota tua. Namun demikian, terdapat sentuhan gaya dan tata kota modern pada kawasan Souk Habous ini. Umumnya wisatawan yang datang ke kawasan ini memborong oleh-oleh khas Maroko seperti pakaian, kerajinan tangan maupun pakaian khas Maroko. Banyak pakaian tradisional Maroko yang diperdagangkan disini, seperti Jellaba, Kaftan, Tachkita dan Gandora.

Tak sampai disana, tidak berada jauh dari Souk Habous, terdapat sebuah jalan yang penuh dengan toko buku. Bagi wisatawan yang memiliki hobi memburu karya pemikiran tokoh terdahulu dapat mengaksesnya di toko buku di kawasanini. Bahkan banyak sekali karya tulis pemikir masa lampau yang berjilid-jilid tersedia di sekitaran Souk Habous. Namun demikian, karya pemikir masa kini juga lengkap tersedia disana.

Masih banyak sekali kota yang bisa dinikmati dalam Tour Halal Maroko ini. Berlanjut ke kota Rabat, pengunjung dapat menikmati wisata sejarah dan wisata religi lainnya di Ibukota Maroko tersebut. Bahkan salah satu tempat yang pantang dilewatkan oleh wisatawan Indonesia adalah berkunjung ke Jalan Soekarno. Ini tidak terlepas dari diplomasi yang dilakukan Presiden Soekarno dengan Raja Mohammed VI pada tahun 1960. Jadi tunggu apalagi, pastikan Maroko jadi salah satu tujuan Tour Halal pilihanmu dan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *