Paket Tour Maroko

Paket Tour Maroko

PAKET TOUR MAROKO

Paket Tour Maroko 2023

Maroko merupakan salah satu negara kerajaan dengan garis pantai yang sangat panjang dan terletak di benua Afrika bagian utara. Negara yang mempunyai ibu kota Rabat ini terdiri dari wilayah yang sebagian besar dari gurun dan pegunungan yang terjal. Di sini lain, negara ini menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin liburan ke sini karena banyak tempat wisata terkenal. Ada banyak sekali objek wisata favorit di Maroko yang bisa Sahabat Satutours kunjungi meliputi tempat bermain, museum, masjid terkenal, dan tempat peninggalan sejarah yang sangat penting. Untuk menapak jejak di negara berpenduduk sekitar 35 juta jiwa tersebut, Sahabat Satutours bisa mengaksesnya dengan mengikuti Paket Tour Maroko.

 Jakarta – Rabat

Paket Tour Maroko  dimulai dengan kedatangan Sahabat Satutours jam 13.30 di Bandara International Soekarno Hatta Terminal 3 Lt 2 (SOLARIA). Wisatawan diharuskan datang 4 jam sebelum keberangkatan. Hal ini diperlukan untuk persiapan chek in bagasi untuk penerbangan ke Rabat Maroco. Peserta akan beristirahat diatas pesawat hingga kedatangan keesokan-harinya. Perjalanan dari Jakarta menuju rabat menghabiskan waktu 25 jam. Untuk maskapai pertama menggunakan Garuda dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandar Udara Internasional Changi Singapura (SIN) selama 1 jam 50 menit. Transit 2 jam sebelum menuju Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle (CDG) dengan waktu perjalanan 14 jam 5 menit. Waktu transit disini selama 4 jam.

Tiba di Rabat jam 13.30. Selamat datang di Kota Rabat, Tim Satutours akan menyambut kedatangan Anda di lapangan terbang sale (RBA). Rabat merupakan ibu kota Maroko yang terletak pada pinggir pantai Samudra Atlantik dan juga dialiri oleh Sungai Bouregreg yang merupakan sungai yang tidak pernah kering sepanjang waktu. Karena ini lah tempat ini dijadikan sebagai tempat pemandian disungai yang airnya asin disungai yang airnya tawar. Seperti yang kita ketahui sebelum Maroko menjadi ibukota, ibukota maroko sebelumnya adalah di Fes dan saat Maroko meraih kemerdekaan dari Prancis di tahun 1956, Raja Mohammad V menjadikan Rabat sebagai Ibukota Maroko sampai sekarang.

Rabat merupakan kata yang berasal dari Arab ‘Ribatul Fath’, yang memili arti ‘Kemenangan yang Semakin Kuat’. Hal ini karena rabat merupakan sebuah benteng yang sangat sulit ditembus pertahanannya oleh musuh. Hingga saat ini kita masih bisa menyaksikan sisa-sisa bentengnya tersebut. Benteng-benteng tersebut kini menjadi salah satu tujuan utama dan menjadi objek wisata paling populer di Maroko.

Hubungan maroko dengan Indoensia begitu erat, ini dibuktikan dengan beberapa nama jalan di Rabat dinamai dengan nama kota dan nama pendiri bangsa Indonesia yaitu Bandung dan Ir Soekarno. Wisatawan jika hendak berfoto pada pada plang ini bisa berpose dibawah tulisan nama jalan Soekarno atau Bandung tersebut. Tulisan jalan Soekarno tepat terletak depan Bank Al Maghreb.

Maroko mengabadikan nama Soekarno dan Bandung sebagai nama jalan karena nama orang dan nama kota tersebut dianggap memiliki jasa yang begitu besar terhadap kemerdekaan bangsanya. Pada tahun 1955 juga ikut melakukan Konferensi Asia Afrika di Bandung dan pada tahun 1960 Maroko menerima kunjungan presiden Soekarno. Ini termasuk kunjungan kepresidenan pertama untuk Maroko setelah kemerdekaannya pada tahun 1956. Selain kita bisa menemukan jalan Soekarno dan Bandung, di Rabat kita juga bisa menemukan jalan Indonesia. Meskipun tidak besar atau hanya beberapa meter saja ditempat ini terdapat 3 rumah dan 3 apartemen penduduk.

Hari keempat mengunjungi Cellah, Kasbah Oudayas dan Hassan Tower

TOUR HASSAN

Tour Hassan merupakan sebuah peninggalan bersejarah yang bernama Tour Hassan atau Menara Hassan. Tour Hassan sejatinya merupakan bekas masjid yang dibangun oleh Raja Yaqoub Al Mansour pada abad ke-12. Lokasi Tour Hassan tidak jauh dari Kasbah des Oudayas. Masjid ini mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi yang terjadi pada tahun 1755 sehingga runtuh dan tinggal tiang-tiang pancangnya saja. Tiang saja waktu itu juga rapuh hanya tersisa sedikit. Katanya kayu-kayu bekas atap masjid ini kemudian dipakai untuk membuat kapal. Di Tour Hassan ini kini tinggal Mousoleum Raja Muhammad V dan dua putranya, Hasan II dan Abdullah. Lokasi Tour Hassan ini berada di dataran tinggi dan kita dapat melihat pemandangan indah dan hamparan Sungai Bouregreg serta Samudera Atlantik dari sini.

KASBAH DES OUDAYAS

Kasbah Des Oudayas merupakan sebuah benteng yang dibangun oleh Raja Moulay Ismail dari Dinasti Alaoui (1672-1694) dan didirikan di tempat strategis menghadap ke laut Atlantik. Lokasi kasbah des oudayas berjarak tidak jauh dari Tour Hasan. Kasbah artinya adalah benteng yang dulunya berfungsi untuk menghadapi ancaman serangan laut dari Spanyol. Di balik tembok Kasbah yang tinggi dan tebal ini berdiri pemukiman penduduk yang bentuk bangunannya masih asli. Untuk memasukinya kita hanya bisa berjalan kaki menyusuri lorong-lorong sepanjang rumah-rumah penduduk yang masih seperti ratusan tahun yang lalu itu. Katanya ada lebih dari 3 ribu jiwa menghuni pemukiman Kasbah Oudayas ini.

Di tengah pemukiman terdapat sebuah taman kuno yang masih terawat baik hingga sekarang yang bernama Taman Andalus. Kami berhenti sejenak di sini untuk melepas lelah. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan tidak jauh dari Kasbah ini ke Pasar Kuno Oudayas yang menjual barang suvenir dan karya seni lokal khas Maroko

CASABLANCA

Kota terbesar di Maroko dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa adalah kota Casablanca. Menurut sejarah, wilayah kota ini telah dihuni oleh bangsa Berber sejak 7 abad sebelum masehi. Jadi kota Casablanca adalah kota yang telah berusia ribuan tahun. Casablanca yang berarti “rumah putih” juga merupakan kota terpenting di Afrika, baik secara ekonomi mau pun demografis. Pelabuhan di Casablanca katanya merupakan yang terbesar di Maroko dan juga di Afrika, selain itu merupakan pusat dari angkatan laut Maroko. Casablanca sebelumnya juga digunakan sebagai pelabuhan oleh bangsa Phoenicia dan kemudian oleh bangsa Romawi.

Berbeda dengan Marrakesh yang merupakan kota tradisional, Casablanca merupakan kota modern yang didominasi oleh budaya kolonial Prancis. Dalam Bahasa Arab kota ini disebut dengan Dar al-Bayda, sedangkan dalam Bahasa Berber disebut dengan Anfa. Secara geografis, Casablanca terletak di tepi Samudra Atlantik, wilayah barat-laut Maroko. Bandara internasional utama di Maroko, Mohammed V International Airport (CMN), terletak di kota ini. Landmark dan objek wisata utama di kota ini antara lain Hassan II Mosque, Quartier Habous, Old Medina, dan La Corniche.

Masjid Hassan II yang menjadi destinasi religi di kota Casablanca

MASJID HASAN II

Masjid Hasan II merupakan masjid yang teretak di Kota Casablanca. Masjid Hassan II di Casablanca adalah adalah masjid terbesar ke-5 di dunia setelah Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi, Imam Reza Shrine di Iran, dan Istiqlal di Jakarta. Masjid ini pembangunannya memakan waktu lima tahun dengan 30.000 pekerja yang selesai pada tahun 1993. Menara masjidnya setinggi 210 meter merupakan menara masjid tertinggi di dunia. Dilihat dari kapasitasnya, Masjid Hassan II bisa menampung 105.000 jamaah, 25.000 di dalam dan 80.000 jamaah di luar.

Dari segi arsitektur, keindahan masjid ini hampir sama dengan masjid Cordoba yang ada di Spanyol. Masjid Hassan II ini didesain oleh arsitek berkebangsaan Perancis Michel Pinseau dan dibangun oleh Bouygues. Masjid ini dibangun untuk memperingati ulang tahun mendiang Raja Maroko, Hassan II. Bangunannya yang menjorok ke Samudra Atlantik membuatnya terlihat seakan akan berada di tengah laut.

Menurut cerita, masjid ini menelan biaya 800 juta dolar AS (Rp 12 triliun). Kala itu Masjid Hassan II disebut-sebut sebagai masjid termahal sedunia. Masjid ini memang sangat indah. Kawasan yang dulunya kumuh disulap menjadi indah dan berkelas. Gaya arsitekturnya dipengaruhi gaya “Moorish” dan mengingatkan orang pada kemegahan Alhambra dan Mezquita, dua peninggalan kebudayaan Islam yang termasyhur di daratan Spanyol. Pintu-pintu di luar maupun di dalam ruangan masjid berbentuk lengkungan seperti tapal kuda. Dinding dan pilar-pilar di dalamnya dihiasi dengan berbagai macam pola ukiran yang rumit dan indah. Katanya lebih dari 6000 seniman Maroko dipekerjakan pada proyek pembangunan masjid ini sejak dari awal pembangunannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *