5 Masjid Bersejarah di Madinah dan Makkah

5 Masjid Bersejarah di Madinah dan Makkah

5 Masjid Bersejarah di Madinah dan Makkah

Selama berabad-abad, kota Madinah dan Makkah telah menjadi situs yang disucikan umat Islam sedunia. Di dalamnya, terdapat banyak sekali saksi bisu perjuangan Rasulullah beserta sahabat beliau dalam membela kebenaran. Sejumlah masjid bersejarah pun berdiri kokoh hingga sekarang, ramai oleh para jamaah lokal maupun mancanegara.

Masjid mana saja yang dimaksud? Di bawah ini ada 5 masjid bersejarah di Madinah dan Makkah.

  1. Masjidil Haram

5 Masjid Bersejarah di Madinah dan Makkah
5 Masjid Bersejarah di Madinah dan Makkah

Terletak di jantung kota Makkah, Masjidil Haram merupakan masjid yang pertama kali dibangun di atas muka bumi. Masjid ini didirikan oleh para malaikat, jauh sebelum manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Pembangunannya ibarat refleksi rumah di surga, yaitu Baitul Makmur. Di dalamnya juga terdaat rumah Allah (Baitullah), yakni Ka’bah.

Pascazaman Nabi Adam, pondasi Ka’bah sempat terpendam. Kemudian oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Masjidil Haram dibangun kembali. Bertahun-tahun setelahnya, renovasi terhadap Masjidil Haram dilakukan secara bertahap. Konon, renovasi pertama dikerjakan pada tahun 692 M dengan mendirikan menara, melebarkan bagian sisi masjid, serta mengganti pilar yang terbuat dari kayu menjadi marmer. Lalu di tahun 1570 M, Masjidil Haram mulai diberi penambahan elemen arsitektural. Bentuknya terus mengalami modernisasi sebagaimana yang akan ditemukan para jamaah saat ikut travel umroh plus Turki Jakarta.

  1. Masjid Nabawi

paket umroh plus turki murah dari satutours jakarta
paket umroh plus turki murah dari satutours jakarta

Bersama dengan Masjidil Haram, Masjid Nabawi dipromosikan langsung oleh Rasulullah melalui sabdanya, “Janganlah kalian berkunjung kecuali pada tiga masjid, yakni Masjidil Haram Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsa.”

Masjid Nabawi merupakan masjid kedua yang dibangun oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari masjid inilah, beliau memulai mengembangkan dakwah dan syiar Islam ke berbagai penjuru negara. Hingga kita sebagai peserta travel umroh untuk keluarga bisa merasakan indahnya hidayah Allah seperti sekarang.

Rasulullah mendirikan masjid ini pada bulan Rabiul Awal ketika awal-awal hijrah ke Madinah. Bentuknya sangat sederhana, hanya erlantaikan tanah bebatuan dan beratapkan pelepah kurma. Ukurannya pun cuma memiliki panjang 35 meter dan lebar 30 meter. Akses keluar-masuk melewati tiga pintu: Bab Al-Rahmah di selatan, Bab Al-Jibril di Barat, dan Bab An-Nisa di timur.

  1. Masjid Quba

promo paket umroh plus turki murah dari satutours
promo paket umroh plus turki murah dari satutours

Masjid Quba adalah masjid pertama yang didirikan oleh Rasulullah saat beliau hijrah dari Makkah ke Madinah, sekitar tahun 622 M. Ketika itu, beliau yang berangkat bersama Abu Bakar sempat singgah di sejumlah tempat dan salah satunya adalah Quba. Beliau menetap di daerah ini selama empat hari, sambil menunggu kedatangan Ali bin Abi Thalib dari Makkah beserta rombongannya.

Quba adalah satu daerah yang terletak di wilayah Madinah. Jaraknya sekitar dua mil atau kurang lebih lima kilometer dari pusat kota. Jamaah travel umroh plus Turki Jakarta akan mengunjunginya dalam kegiatan citytours.

  1. Masjid Qiblatain

satutours travel penyedia paket umorh plus turki terbaik dari satutors
satutours travel penyedia paket umorh plus turki terbaik dari satutors

Dinamakan demikian, karena inilah masjid pertama dan satu-satunya yang mempunyai dua kiblat. Kiblat pertama menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina dan kiblat kedua menghadap ke Masjidil Haram. Perubahan arah kiblat berdasarkan perintah Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 44.

Sebelum bernama Qiblatain, dahulunya masjid ini bernama Masjid Bani Salamah. Lokasinya berada di sebuah bukit kecil sebelah utara Harrah Wabrah, Madinah. Di dekat masjid, terdapat telaga yang diberi nama Sumur Rumah, sebuah sumber air milik orang Yahudi. Mengingat pentingnya air untuk masjid dan kebutuhan jamaah, maka atas anjuran Rasulullah, Utsman bin Affan menebus telaga tersebut seharga 20 dirham lalu mewakafkannya untuk kepentingan umat.

  1. Masjid Al-Ghamamah

paket umroh plus turki satutours berangkat dari jakarta
paket umroh plus turki satutours berangkat dari jakarta

Dahulu masjid ini bernama Masjid Al-Mushalla karena menjadi tempat Rasulullah memimpin shalat Idul Fitri maupun Idul Adha. Letaknya berada sekitar 300 meter dari Masjid Nabawi, berhadapan persis dengan Pasar Tamar sekarang. Dari arah Babus Salam, bila jamaah travel umroh untuk keluarga melihat ke arah barat akan terlihat masjid yang memiliki kubah-kubah kecil. Warnanya kelabu dan berkubah putih.

Namanya berubah menjadi Al-Ghamamah atau awan mendung, karena menurut sejumlah riwayat, di tempat inilah Rasulullah mendirikan shalat istisqa (meminta hujan). Begitu beliau selesai berdoa, Allah mendatangkan awan-awan (Al-Ghamamah) untuk menurunkan hujan lebat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *