Nyetir di Jepang

Nyetir di Jepang

Nyetir di Jepang

Jepang menjadi negara tujuan liburan yang diinginkan oleh seluruh kalangan. Bukan hanya untuk menikmati keindahan bunga sakura saja, melainkan juga menikmati ragam kuliner serta kebudayaannya. Ada banyak tempat di Jepang yang memang menyimpan keindahan alam serta nilai sejarahnya.

Berkeliling di Jepang memang menjadi pilihan terbaik untuk menghabiskan waktu liburan Sahabat Satutours. Nah, berbicara keliling di Jepang, transportasi menjadi hal yang sangat penting. Kebanyakan menggunakan kereta adalah solusi terbaik dan termurah di Jepang. Hanya saja bagi Sahabat Satutours yang menginginkan menjelajah daerah pedesaan Jepang, sewa mobil di Jepang adalah pilihan terbaik.

Selama nyetir di Jepang, tentunya Sahabat Satutours akan merasakan berbagai pengalaman unik yang tidak akan terlupakan. Ada beberapa aturan yang harus ditaati oleh Sahabat Satutours saat rental mobil di Jepang, terlebih lagi mengemudi sendiri di Jepang. Pastinya, tata krama atau aturan ini sangat berbeda di Indonesia. Walaupun begitu, bisa menjadi pengalaman unik selama berkendara. Bahkan bisa menjadi pembelajaran untuk mengemudi di Indonesia nantinya. Apa saja itu? Berikut daftarnya.

Mengedipkan lampu hazard merupakan hal baik

Mengedipkan lampu hazard merupakan hal baik
Mengedipkan lampu hazard merupakan hal baik

Mengedipkan lampu hazard bagi orang Jepang dianggap sebagai hal yang baik. Pasalnya, saat pengemudi lainnya mempersilahkan Sahabat Satutours untuk jalan duluan di persimpangan atau menyalip, Sahabat Satutours bisa mengedipkan lampu hazard sebagai tanda terima kasih.

Mungkin kebanyakan untuk menunjukkan rasa terima kasih, pengemudi akan sedikit menunduk atau tersenyum. Namun ada satu waktu di mana mobil sudah berada jauh di belakang dan tidak bisa melihat mobil Sahabat Satutours lagi.

Dengan begitu, Sahabat Satutours bisa mengedipkan lampu hazard sebentar sebagai ucapan terima kasih. Tata krama ini sangat umum di Jepang dan pengemudi lainnya juga akan mengerti dan menghargai akan sikap Sahabat Satutours ini.

Budaya mengalah

Saling mengalah dalam mengemudi
Saling mengalah dalam mengemudi

Di Jepang sendiri memiliki banyak jalanan yang sempit dan berkelok. Maka sewa mobil di Jepang memang cukup berisiko. Walaupun begitu, masih banyak jalanan yang lebar dengan lajur yang sudah memiliki tanda dengan jelas. Oleh karena itu, Sahabat Satutours harus benar – benar membiasakan diri dengan jalanan di Jepang dan aturannya.

Beberapa jalan sempit di Jepang hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan saja, namun tetap saja ada mobil masuk dari arah yang berlainan. Apabila Sahabat Satutours mengalami hal yang satu ini, yakni mobil datang berlainan arah dan berada di jalanan sempit, maka Sahabat Satutours harus mengalah dan membiarkan mobil tersebut lewat duluan.

Budaya mengalah sangat diterapkan untuk pengemudi. Pasalnya, kalau memasakan maju, maka kedua akan nyangkut dan sulit maju. Ujung – ujungnya salah satu harus mengalah dan mundur.

Pejalan kaki tidak pernah salah

Pejalan kaki adalah raja
Pejalan kaki adalah raja

Jepang merupakan negara dengan jalur kereta yang banyak. Hal ini menyebabkan banyak warga Jepang yang lebih memilih berjalan atau bersepeda untuk menuju stasiun kereta tiap harinya untuk pergi bekerja atau sekolah. Saat Sahabat Satutours mengemudi di Jepang, pasti akan banyak perjalan kaki dibandingkan pengemudi mobil.

Maka tidak heran akan banyak zebra cross atau penyebrangan jalan. Bahkan banyak penyebrangan yang tidak memiliki lampu merah atau tanda berhenti. Oleh karena itu, pengemudi harus mengutamakan pejalan kaki. Hal ini bukan tata krama, tapi hukum yang berlaku di Jepang dan Sahabat Satutours harus mematuhinya.

Adanya sticker pemberitahuan

Ada perbedaan antara pengemudi lama dan baru
Ada perbedaan antara pengemudi lama dan baru

Satiap mobil di Jepang selalu memiliki sticker sebagai pembeda antara pengemudi baru. Dengan begitu, Sahabat Satutours bisa menyesuaikan diri dalam berkendara. Kebanyakan pengemudi baru akan diberikan sticker besar dan warna terang menyala.

Warna kuning dan hijau dengan bentuk daun menjadi sticker yang menandakan bahwa mereka adalah pengemudi baru dan harus terus tertempel hingga satu tahun lamanya. Apabila Sahabat Satutours menjumpai sticke seperti ini saat mengemudi di Jepang maka bisa dipastikan bahwa pengemudi tersebut adalah baru. Dengan begitu, Sahabat Satutours bisa membiarkan atau menghindari apabila mereka mengemudi denghan pelan.

Ada lagi sticker yang digunakan. Sticker tersebut menandakan bahwa pengemudi tersebut merupakan orang tua yang berusia lebih dari 75 tahun. Biasanya stickernya memiliki bentuk semanggi dengan warna yang beragam. Untuk versi sebelumnya memiliki warna kuning dan orange dengan bentuk mirip tetesan air.

Hati – hati saat berjalan di lumpur

Perhatikan kondisi jalan
Perhatikan kondisi jalan

Tips mengemudi selanjutnya yang bisa Sahabat Satutours lakukan saat sewa mobil di Jepang adalah selalu berhati – hati dengan yang namanya lumpur atau kubangan. Tips ini sangat membantu apabila Sahabat Satutours berkendara di musim penghujan.

Pasalalnya, pemerintah Jepang akan memberikan denda sebesar 6.000 yen atau 700 ribuan apabila Sahabat Satutours tidak sengaja menyiram seseorang dengan lumpur saat berkendara melalui kubangan air. Bukan hanya denda saja, Sahabat Satutours mungkin juga akan dikenakan denda untuk menanggung biaya bersih – bersih pada korban yang terkena lumpur. Tentunya, Sahabat Satutours tidak ingin mengeluarkan uang untuk hal tersebut, bukan?

Berkendara di lajur kiri

Tidak seperti di Indonesia di Jepang menggunakan lajur kiri
Tidak seperti di Indonesia di Jepang menggunakan lajur kiri

Sudah bukan hal yang asing lagi, kalau di Indonesia berkendara di lajur kiri. Hal ini sama dengan Jepang. Sehingga bagian kemudi akan berada di sebelah kanan. Pastinya, Sahabat Satutours bisa mengemudi dengan nyaman karena sama.

Hanya saja, mungkin hal ini akan menjadi pengalaman berarti bagi wisatawan yang berasal dari negara yang memiliki kemudi di kiri. Pastinya, mereka harus menyesuaikan diri.

Kedisiplinan akan keselamatan

Jepang merupakan negara yang menjunjung tinggi kedisiplinan, mulai dari disiplin waktu, tempat dan masih banyak lagi. Salah satu yang harus Sahabat Satutours taat ini adalah kedisiplinan akan berkendara, yakni keselamatan.

Selama mengemudi, masyarakat Jepang tidak pernah ketinggalan menggunakan sabuk pengamanan. Selain itu, pengemudi juga tidak boleh melewati batas rata – rata yang telah ditentukan. Bahkan, Sahabat Satutours harus benar – benar menjaga jarak aman dengan pengemudi lainnya.

Etika dalam berklakson

Berhati-hati dalam ber klakson
Berhati-hati dalam ber klakson

Berbeda dengan Indonesia, di Jepang klakson hanya boleh dibunyikan dalam keadaan tertentu. Tidak sembarangan waktu klakson harus dibunyikan. Bahkan saat lampu merah sekalipun, klakson tidak boleh sembarangan di bunyikan di Jepang. Pasalnya, hal ini akan dianggap tidak sopan. Siap – siap saja, Sahabat Satutours akan mendapatkan makian. Jadi saat di lampu merah harus sabar menunggu, walaupun lampu sudah hijau. Bahkan saat macet, Sahabat Satutours juga tidak dianjurkan untuk membunyikan klakson.

Jarangnya orang Jepang membunyikan klakson dikarenakan rasa solidaritas orang Jepang yang tinggi. Selain itu, memang beberapa jalanan di Jepang dengan rumah sakit dan sekolah, dilarang untuk membunyikan klakson.

Biasanya klakson dibunyikan hanya pada waktu – waktu tertentu. Salah satunya sebagai rasa ucapan terima kasih karena sudah diberikan jalan. Selain itu, sebagai pengingat akan lampu sudah hijau, tapi pengemudi di depannya tidak menyadarinya atau dalam keadaan berbahaya.

Itulah pengalaman yang akan Sahabat Satutours rasakan saat nyetir di Jepang. Ingin merasakannya? Sahabat Satutours bisa menyewa mobil di rental mobil di Jepang dari Satutours.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *