Sejarah Masjidil Aqsa dan Jerusalem yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengunjunginya

Sejarah Masjidil Aqsa dan Jerusalem yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengunjunginya

Sejarah Masjidil Aqsa dan Jerusalem yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengunjunginya

Sejarah Masjidil Aqsa dan Jerusalem yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengunjunginya
Sejarah Masjidil Aqsa dan Jerusalem yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengunjunginya

“Tidak boleh bersusah payah berpergian, kecuali ke tiga masjid, (yaitu) Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa.” (H.r. Bukhari dan Muslim)

Sebagai kiblat pertama umat Islam, Masjidil Aqsa memiliki banyak keutamaan. Banyak muslim mendambakan untuk mengunjunginya. Rindu untuk shalat di dalamnya. Tak heran, banyak travel tour Aqsa Jakarta yang menawarkan paket tour Aqsa, Jordan, dan Mesir.

Tapi tahukah Anda di mana Masjidil Aqsa itu? Bagaimanakah sejarah berdirinya? Inilah sejarah Masjidil Aqsa dan Jerusalem yang perlu Anda tahu sebelum mengunjunginya.

Pada dasarnya, Masjidil Aqsa bukanlah masjid, melainkan sebuah kompleks atau kawasan seluas 14,4 hektar. Di dalam kompleks tersebut terdapat 60 situs bersejarah, 6 di antaranya adalah masjid. Adapun Jerusalem ialah area yang lebih luas lagi. Sebutan Jerusalem dipakai oleh bangsa Yahudi, sedangkan Rasulullah lebih suka menyebutnya sebagai Al-Quds atau Baitul Maqdis.

Sejarah Masjidil Aqsa dan Jerusalem yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengunjunginya
Sejarah Masjidil Aqsa dan Jerusalem yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengunjunginya

Sejarah mengenai kota Jerusalem dapat ditelusuri sejak zaman sebelum masehi. Tepatnya pada tahun 4000 – 3000 SM yang ditandai dengan penemuan arkeologi berupa keramik kuno.

Sekitar tahun 1000 SM, Jerusalem dikuasai oleh Nabi Daud dan dijadikan ibukota Bani Israil (Yehuda). Kepemimpinan Nabi Daud dilanjutkan oleh Nabi Sulaiman pada 970 SM. Beliau membangun Bait Suci di Gunung Moria. Kelak Bait tersebut dimanfaatkan sebagai tempat singgahnya Tabut Perjanjian yang diterima oleh Nabi Musa sekaligus lokasi singgah Rasulullah sebelum Miraj ke langit ketujuh.

Di tahun-tahun berikutnya, Jerusalem dikuasai secara bergantian oleh bangsa Babylonia, Persia, hingga Romawi Byzantium.

Sejarah Masjidil Aqsa dan Jerusalem yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengunjunginya
Sejarah Masjidil Aqsa dan Jerusalem yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengunjunginya

Sementara itu, kawasan Masjidil Aqsa sudah ada bersamaan dengan kekuasaan Nabi Daud dan penerusnya atas Jerusalem. Dahulu, kawasan ini bernama Al-Haram Asy-Syarif. Adapun bangunan Masjidil Aqsa berupa masjid berkubah hitam keperakan pertama kali dibangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan pada masa Kekhalifahan Umayyah tahun 66 H.

Umat Islam menjadi pemilik sah Jerusalem dan Masjidil Aqsa saat Umar bin Khattab berhasil menaklukannya tahun 638 M. Seiring berjalannya waktu, beberapa bangunan didirikan dalam komplek Masjidil Aqsa. Di antaranya, Masjid Umar dan Dome of Rock (Kubah Shakhrah) yang memiliki kubah emas terkenal.

Jerusalem sempat dikuasai Tentara Salib Romawi sebelum akhirnya direbut kembali oleh Shalahuddin Al-Ayyubi pada 1187 M.

Masjidil Aqsa dan Jerusalem menikmati pembaruan di bawah kekuasaan Raja Sulaiman I dari Kekhalifahan Turki Ottoman. Termasuk membangun ulang tembok-tembok yang mengelilingi area Kota Tua Jerusalem. Masyarakat bahkan memperbarui sistem pos modern, memulai penggunaan roda untuk moda transportasi, pemanfaatan kereta pos dan kereta kuda, serta pemakaian lampu minyak. Di paruh abad 19, Turki Ottoman juga membangun jalan aspal pertama dari Jaffa menuju Jerusalem. Kemudian pada 1892 M, jalur rel mulai mencapai kota.

Perang Dunia I pecah. Kepemimpinan Turki Ottoman atas Masjidil Aqsa dan Jerusalem mulai berkurang. Puncaknya pada 21 Agustus 1969, terjadi kebakaran hebat di kompleks Masjidil Aqsa. Kebakaran tersebut menandai penancapan kuku Israel atas Jerusalem. Tahun 1996, Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel membuka terowongan Tembok Barat dan mulai melakukan penggalian. Mereka hendak mendirikan kembali Kuil Solomon yang lokasinya berada tepat di tanah Masjidil Aqsa.

Hingga kini, kekuasaan Israel semakin menjadi-jadi. Presiden Trump bahkan membangun kantor kedutaan di Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Akhirnya, bergabung dalam paket tour Aqsa, Jordan, dan Mesir bukanlah wisata biasa. Melainkan wisata edukasi menyenangkan. Menyemai mimpi agar suatu saat, kita sebagai umat Islam berhasil mengambil kembali tanah wakaf tersebut. Daftarkan diri Anda bersama travel tour Aqsa Jakarta sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *