Umroh Plus Turki 2019

Umroh Plus Turki 2019

umroh plus turki 2019

Umroh plus turki 2019 perjalanan ibadah umroh saat ini biasanya para agen travel umroh memberikan nilai tambah dalam perjalanannya, untuk menarik para jamaah selain melaksanakan ibadah umroh para jamaah juga ditawarkan untuk mengunjungi negara-negara yang pernah berjaya atau menjadi saksi kejayaan Islam. Salah satu yang ditawarkan travel umroh satutours adalah umroh plus turki 2019, yang mana kita ketahui bahwa negara turki pernah berjaya dalam perkembangan agama Islam. Ketika seorang pemuda yang bernama Muhammad Al-Fatih yang merupakan seorang raja atau sultan kerajaan ustmani yang paling terkenal. Ia merupakan sultan ketujuh dalam sejarah Bani Ustmaniah. Al-Fatih adalah gelar yang senantiasa melekat pada namanya karena dialah yang mengakhiri atau menaklukan Kerajaan Romawi Timur yang berkuasa sealama 11 abad. Sultan Muhammad Al-Fatih memerintah selama 30 tahun. Selain menaklukkan Binzantium, ia juga berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di Asia, menyatukan kerajaan-kerajaan Anatolia dan wilayah-wilayah di Eropa, dan termasuk jasanya yang paling penting adalah berhasil mengadaptasi menajemen kerjaan Binzantium yang telah matang ke dalam kerajaan Ustmani. Muhammad Al-Fatih merupakan putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Ustmaniyah. Sultan Murad II memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya. Ia menempa buah hatinya agar menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh.

Umroh Plus Turki 2019
Umroh Plus Turki 2019

Perhatian tersebut terlihat dari Muhammad Al-Fatih kecil yang telah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, memperlajari hadits-hadits, memahami ilmu fiqih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang. Selain itu, Muhammad Al-Fatih juga mempelajari berbagai bahasa,seperti bahasa arab, persia, latin dn yunani. Tidak heran, pada usia 21 tahun Muhammad Al-Fatih sangat lancar berbahasa arab, turki, persia, ibrani, latin dan yunani. Walaupun usianya baru seumur jagung, sang ayah Sultan Murad II mengamanati Sultan Muhammad memimpin suatu daerah dengan bimbingan para ulama. Hal itu dilakukan sang ayah agar anaknya cepat menyadari bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar di kemudian hari. Bimbingan para ulama diharapkan menjadi kompas yang mengarahkan pemikiran anaknya agar sejalan dengan pemahaman Islam yang benar. Langkah pertama yang Sultan Muhammad lakukan untuk mewujudkan cita-citanya adalah melakukan kebijakan militer dan politik di luar negeri yang strategis. Ia memperbarui perjanjian dan kesepakatan yang telah terjalin dengan negara-negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya. Pengaturan ulang perjanjian tersebut bertujuan menghilangkan pengaruh kerajaan Binzantium Romawi di wilayah-wilayah tetangga Ustmaniah baik secara politis maupun militer. Sultan Muhammad II juga menyiapkan lebih dari 4 juta prajurit yang akan mengepung konstatinopel dari darat. Pada saat mengepung benteng Bizantium banyak pasukan ustmani yang gugur karena kuatnya pertahanan benteng tersebut. Pengepungan yang berlangsung tidak kurang dari 50 hari itu benar-benar menguji kesabaran pasukan ustmani, menguras tenaga, fikiran dan perbekalan mereka. Pertahanan yang tangguh dari kerajaan besar Romawi ini terlihat sejak mula. Sebelum musuh mencapai benteng mereka, Bizantium telah memagari laut mereka dengan rantai yang membentang dari semenanjung Tanduk Emas. tidak mungkin bisa menyentuh benteng Bizantium kecuali dengan melintasi rantai tersebut. Akhirnya Sultan Muhammad menemukan ide yang ia anggap merupakan satu-satunya cara agar bisa melewati pagar tersebut. Ide ini mirip dengan yang dilakukan oleh para pangeran Kiev yang menyerang Bizantium di abad ke-10, para pangeran Kiev menarik kapalnya keluar selat Bosporus, mengelilingi Galata, dan meluncurkannya kembali di Tanduk Emas, akan tetapi pasukan mereka tetap dikalahkan oleh oran-orang Bizantium Romawi. Sultan Muhammad melakukannya dengan cara yang lebih cerdik lagi, ia menggandeng 70 kapalnya melintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu. Hal itu dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai satu malam. Di pagi hari, Bizantium kaget bukan kepalang, mereka sama sekali tidak mengira Sultan Muhammad dan pasukannya menyeberangkan kapal-kapal mereka lewat jalur darat. 70 kapal laut diseberangkan lewat jalur darat yang masih ditumbuhi pohon-pohon besar, menebangi pohon-pohonya dan menyeberangkan kapal-kapal dalam waktu satu malam adalah suatu kemustahilan menurut mereka, akan tetapi itulah yang terjadi. Peperangan dahsyat pun terjadi, benteng yang tak tersentuh sebagai simbol kekuatan Bizantium itu akhirnya diserang oleh orang-orang yang tidak takut akan kematian. Akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ke tangan kaum muslimin. Saat memasuki konstatinopel, Sultan Muhammad Al-Fatih turun dari kudanya lalu sujud sebagai tanda syukur kepada Allah. Setelah itu, ia menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid. Konstatinopel dijadikan sebagia ibu kota, pusat pemerintahan kerajaan ustmani dan kota ini diganti namanya menjadi Istambul yang berarti negeri Islam, lalu akhirnya mengalami perubahan menjadi Istanbul. Sejarah masih berlanjut, untuk itu segera bergabung bersama satutours untuk melaksanakan perjalanan umroh plus turki 2019. Kami akan menjelaskan lebih dalam tentang Sultan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan konstatinopel. Segera hubungi kami di 081223452545 atau anda bisa langsung datang ke kantor kami yang beralamat di jl. Amil raya no.28C warung buncit jakarta selatan untuk mendaftar umroh plus turki 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *