Review Itinerary Umroh Plus Aqsa: Tour ke Treasury of Petra

Review Itinerary Umroh Plus Aqsa: Tour ke Treasury of Petra

Review Itinerary Umroh Plus Aqsa: Tour ke Treasury of Petra

Pernah melihat bangunan-bangunan besar yang terbuat dari batu bahkan langsung menempel dengan perbukitan? Kalau tidak pernah, mungkin Anda belum mengenal Petra. Sebuah “Kota Hilang” yang ada di Amman, Jordania. Dan tempat ini pun menjadi salah satu destinasi wisata penting dalam paket umroh plus Aqsa.

Kota yang ditempuh dengan perjalanan 3-5 jam dari pusat kota Amman ini dulunya merupakan ibukota suku Nabatea. Salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi. Mereka dikenal sangat mahir dalam menggali tanah untuk mencari sumber air bersih. Dengan begitu, mereka tidak pernah kerepotan meski harus menjalani perjalanan jauh.

Namun kegemilangannya perlahan memudar sejak dikuasai oleh Romawi pada tahun 100-an Masehi. Hingga puncaknya setelah Perang Salib di abad ke-12, Petra menjadi “kota yang hilang” selama lebih dari 500 tahun. Hanya penduduk lokal di wilayah Arab yang mengenalnya.

Sesuai namanya, Petra yang berarti batu, kota ini pun terkenal dengan bangunan arsitektur yang dipahat langsung pada bebatuan di pegunungan dan perbukitannya. Sebagian bangunan bahkan didirikan dengan menggali serta mengukir batuan cadas setinggi 40 meter.

Setidaknya ada beberapa bangunan megah yang bisa kita lihat saat mengikuti paket umroh plus Aqsa. Misalnya bangunan Al-Khazneh, Treasury of Petra, Istana Makam Hellenistis yang berdiri impresif dengan tinggi mencapai 42 meter, serta teater besar yang kira-kira mampu menampung empat ribu orang.

Hal unik lain dari Petra ialah kota ini sengaja dibangun oleh suku Nabatea sebagai benteng yang amat kokoh. Dalam sejarahnya, Petra tidak mudah ditembus oleh para musuh. Termasuk aman pula dari bencana alam semisal badai pasir. Kecerdasan suku tersebut dalam sistem pengairan juga teruji. Kalau dicermati, terdapat berbagai terowongan air dan bilik air untuk menyalurkan air bersih ke seluruh pelosok kota. Sistem yang luar biasa rumit ini mampu mencegah banjir dadakan. Mereka bahkan memiliki teknologi hidraulik untuk mengangkut air.

Tidak mengherankan, Kota Batu ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO sejak 6 Desember 1985. Majalah Smithsonian bahkan mendaulatnya menjadi salah satu dari 28 tempat yang harus dikunjungi sebelum meninggal dunia. Masyarakat dari berbagai negara juga mengakuinya dan memasukkannya dalam daftar tujuh keajaiban dunia yang baru. Penetapan tersebut merupakan hasil pilihan dari 100 juta orang di seluruh dunia yang diadakan oleh Swiss Foundation. Diumumkan di Lisbon pada tanggal 7 Juli 2007.

Lokasi Petra sendiri sebenarnya berada di tengah-tengah antara Teluk Aqaba dan Laut Mati. Tepatnya di Wadi Araba, sebuah lembah cadas di Pegunungan Edom. Jaraknya sekitar 200 kilometer arah selatan kota Amman. Adapun ketinggiannya kurang lebih 800 hingga 1.396 meter di atas permukaan laut.

Perjalanan berjam-jam dari Amman terbayar sempurna ketika Anda menjelajahi satu per satu Treasury of Petra. Namun, jarak antar-bangunan cukup jauh. Beberapa bangunan bahkan terletak di ketinggian yang cukup jauh. Untuk naik ke atasnya, terkadang harus melintasi ratusan anak tangga. Sebab itu, pastikan kondisi tubuh Anda sedang fit jika ingin memuaskan mata di tempat ini.

Biasanya dalam itinerary umroh plus Aqsa, Treasury of Petra merupakan rangkaian acara terakhir di Jordania sebelum akhirnya kita berangkat menuju tanah suci. Inilah tujuan wisata pelengkap sesudah kita berkeliling di Bukit Zaitun, Hebron, Bethlehem, serta kompleks Masjidil Aqsa. Dengan menjelajahi lokasi-lokasi menakjubkan ini tentu kita berharap bukan hanya perjalanannya yang menyenangkan. Tetapi semuanya adalah bagian dari kita untuk lebih dalam merenungi segala ciptaan-Nya. Sebagai bukti bahwa Dia Mahakuasa dan tidak satu pun ciptaan-Nya yang cacat dan menjadi sia-sia.

Add Friend

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *