Review Itinerary Umroh Plus Aqsa: Western Wall Tembok Ratapan

Review Itinerary Umroh Plus Aqsa: Western Wall Tembok Ratapan

Review Itinerary Umroh Plus Aqsa: Western Wall Tembok Ratapan

Berbicara tentang Al-Aqsa dan Jerusalem, tentu tidak lepas dari objek-objek sejarah di sekitarnya. Bahkan bukan hanya bangunan bersejarah milik Islam saja. Sebagai tempat hadirnya tiga agama samawi, Jerusalem juga menyimpan peninggalan agama Yahudi. Salah satunya Western Wall yang bisa kita kunjungi saat mengambil paket umroh plus Aqsa.

Western Wall atau dikenal pula dengan sebutan Tembok Ratapan merupakan tempat yang dianggap suci oleh umat Yahudi. Dahulu tembok ini memiliki panjang 485 meter dan merupakan bagian dari dinding Bait Suci yang dibangun oleh Raja Solomon atau Sulaiman. Ketika terjadi pemberontakan orang-orang Yahudi atas kerajaan Romawi pada tahun 70 Masehi, tembok ini turut hancur. Sekarang sisanya hanya sepanjang 60 meter.

Kaum Yahudi meyakini bahwa sisa tembok ini tidak hancur karena di dalamnya berdiam Shekhinah. Sebuah panggilan untuk menyebut “Kehadiran Ilahi”. Jadi bagi mereka, berdoa di tembok ini sama artinya berdoa kepada Tuhan.

Nama Tembok Ratapan sendiri sebenarnya bukan nama asli. Dulu dinding ini dikenal sebagai Tembok Barat. Kemudian namanya berganti karena di sini orang Yahudi kerap berdoa dan meratapi dosa-dosanya dengan penuh penyesalan. Selain secara lisan, orang Yahudi juga sering menuliskan doa-doa mereka pada sepotong kertas. Lalu kertas tersebut disisipkan pada celah-celah dinding.

Uniknya, Tembok Ratapan dibagi menjadi dua bagian dan diberi pagar kayu setinggi dua meter untuk memisahkan laki-laki dan perempuan. Kaum Yahudi Ortodoks percaya bahwa mereka tidak boleh berdoa bersama-sama dengan kaum perempuan.

Hal ini untuk memastikan bahwa mereka benar-benar datang ke Tembok Ratapan untuk beribadah. Mereka berani memisahkan diri dengan kekasihnya, kemudian menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya yang mereka ingat, sebut, dan pikirkan selama berdoa.

Setidaknya tercatat ada sejumlah tokoh-tokoh terkenal yang pernah berdoa di Tembok Ratapan ini. Misalnya Barack Obama, presiden Amerika Serikat ke-44. Ada juga Lionel Messi dan Neymar, pemain sepakbola dunia. Begitu pula artis-artis Hollywood, seperti Tyrese dan Will Smith.

Mengenai ratapan ini, terdapat sejumlah teori mengapa orang Yahudi terus melestarikan ratapan mereka.

Pertama, ratapan ini merupakan bentuk tangisan kesedihan atas hancurnya Bait Suci yang dibangun Raja Salomo. Apalagi setelah mereka mengalami begitu banyak peperangan dan pertikaian. Kedua, ratapan tersebut bermakna ungkapan ketidakberdayaan mereka untuk membangun kembali Bait Suci. Konon, ukuran asli Bait Suci ialah lima belas kali ukuran lapangan sepakbola.

Namun, sejarah terkait Tembok Ratapan ini sempat dibantah oleh Shamekh Alawneh, seorang dosen sejarah dari Universitas Terbuka Al-Quds. Beliau mengatakan bahwa Tembok Ratapan tersebut tidak memiliki akar sejarah sedikit pun terhadap Bait Suci. Kaum Yahudi hanya menggunakan Western Wall sebagai langkah politik untuk mendapatkan dukungan dan simpati dari Zionis di Eropa. Tentu saja, langkah ini pun adalah bagian dari proyek Yahudisasi terhadap Jerusalem.

Bagaimanapun, bagi kita umat Islam, Tembok Ratapan sebenarnya merupakan tempat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengikatkan hewan yang ditungganginya saat peristiwa Mi’raj. Berziarah ke tempat ini sejatinya adalah langkah untuk merefleksi diri. Bermuhasabah dan berusaha memperbaiki diri kembali.

Betapa sebenarnya jumlah kita sangat banyak, namun Al-Quds belum bebas dari cengkraman kaum Yahudi. Kita hanya mampu berkunjung sebentar. Tanpa tahu perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan Jerusalem. Alhasil, perjalanan umroh pun bukan sekadar ibadah biasa. Banyak hikmah yang bisa kita ambil serta pelajaran-pelajaran penting. Paket umroh plus Aqsa memang cocok bagi Anda yang mendambakan ibadah menyenangkan serta wisata edukasi yang mengasyikkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *