Review Itinerary Umroh Plus Aqsa: Dead Sea

Review Itinerary Umroh Plus Aqsa: Dead Sea

Review Itinerary Umroh Plus Aqsa: Dead Sea

Berkunjung ke Jordania dalam paket umroh plus Aqsa tak lengkap rasanya kalau tidak mampir ke Laut Mati (Dead Sea). Banyak jamaah umroh plus Aqsa maupun wisatawan mancanegara yang menjadikan laut ini sebagai destinasi utama mereka. Memang apa sih hebatnya Laut Mati?

Laut dengan panjang 67 kilometer dan lebar 18 kilometer sebenarnya lebih cocok disebut danau. Sebab bentuknya yang membujur di daerah perbatasan antara Jordania dan bagian barat Palestina. Selain itu, Laut Mati juga tidak memiliki aliran keluar. Laut ini hanya memiliki aliran masuk yang berasal dari Sungai Yordan.

Uniknya, laut mati berada di posisi yang merupakan titik terendah permukaan bumi. Dengan kedalaman 304 meter, laut ini ada di ketinggian 429 meter di bawah permukaan laut. Fakta ini semakin membuktikan kisah kaum Nabi Luth yang Allah abadikan melalui kitab suci-Nya.

Sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an, Nabi Luth diutus oleh Allah untuk memperingatkan kaumnya yang melakukan homoseksual (liwath). Bahkan Allah sampai mengutus malaikat-Nya untuk membantu Nabi Luth. Namun amat disayangkan, kaum ini tidak sedikit pun berubah. Mereka membangkang serta menentang ajakan Nabi Luth.

Karena penentangan tersebut, sampai-sampai Allah menurunkan azab yang luar biasa bagi mereka. Salah satu azab tersebut adalah kaum Nabi Luth ditenggelamkan ke dasar bumi yang paling dalam. Tempat azab Allah turun itulah yang ini menjadi Laut Mati. Tidak heran, laut ini dinamakan demikian sebab di sinilah saksi bisu kemurkaan Allah atas hamba-hamba-Nya yang zalim.
Add Friend

Selain fakta sejarah tersebut, Laut Mati juga disebut demikian karena tidak ada satu pun makhluk hidup yang dapat bertahan di dalamnya. Hal ini karena Laut Mati mengandung kadar yang sangat tinggi. Bahkan kandungan garamnya mencapai 32% dibandingkan kadar garam rata-rata di dunia yang hanya 3%. Ini sama saja dengan satu liter air di Laut Mati mengandung sekitar 320 gram garam!

Garam dan mineral-mineral lain yang terkandung di dalam Laut Mati merupakan pembentukan alam yang terjadi sejak tiga juta tahun lalu. Awalnya, terjadi retakan kecil pada lembah sungai Yordan, sehingga air laut masuk dan berkumpul di sini. Iklim yang kering dan evaporasi yang tinggi akhirnya turut meningkatkan konsentrasi mineral di dalam air. Apalagi retakan tersebut banyak mengandung garam, kapur, dan gipsum.

Dengan kadar garam sebanyak itu, Anda pun tidak perlu takut tenggelam saat berenang di Laut Mati. Anda pasti mengapung, walaupun Anda tidak jago berenang. Sensasi inilah yang ditunggu-tunggu para wisatawan. Termasuk jamaah umroh plus Aqsa. Tapi tetap hati-hati, ya. Jangan sampai airnya mengenai mata, sebab kadar garamnya yang tinggi bisa membuat organ penglihatan Anda terasa perih.

Hal lain yang bisa Anda lakukan di Laut Mati ialah membaluti tubuh dengan lumpur yang diambil dari dasar laut. Konon, lumpur ini berkhasiat untuk mempercantik kulit. Mineral-mineral yang terkandung di dalamnya juga dipercaya mampu mengobati penyakit kulit, melancarkan sirkulasi darah, serta membantu kesehatan tubuh. Alkisah, Raja Salomo, Cleopatra, dan Herodes Agung sampai-sampai mendatangi laut ini untuk memperoleh manfaat tersebut.

Kalau Anda butuh bantuan, petugas sekitar siap menolong Anda melumuri tubuh dengan lumpur Laut Mati. Tapi Anda perlu merogoh kocek sebesar 5 USD atau 3 JD (Jordan Dinar).

Mengunjungi Laut Mati dan merasakan serunya mengapung di sana merupakan sebuah pengalaman berharga yang mungkin tidak bisa Anda nikmati di tempat lain. Pastikan Anda bergabung dalam paket umroh plus Aqsa dan bersiaplah menemui lokasi-lokasi menakjubkan lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *