Tips Umroh untuk Anda yang Mengajak Balita

Tips Umroh untuk Anda yang Mengajak Balita

Tips Umroh untuk Anda yang Mengajak Balita

Pergi berumroh ke tanah suci pastinya merupakan sesuatu yang tak ternilai. Apalagi saat Anda dapat mengikutisertakan keluarga serta anak-anak. Walau mereka belum memenuhi syarat sah umroh, setidaknya anak-anak mampu memperoleh beragam pengalaman baru.
Menyenangkan memang, tapi mengajak anak-anak terutama yang masih balita bukan tanpa risiko. Umroh adalah salah satu jenis ibadah yang banyak menyita waktu dan tenaga. Kadang orang dewasa sekalipun kewalahan. Sebab itu, persiapkanlah segala keperluannya secara matang.
Berikut ini ialah beberapa tips umroh untuk Anda yang mengajak balita. Perhatikan dengan baik, ya.
1. Dokumen Kelengkapan Umroh
Sebagaimana jamaah dewasa lainnya, balita Anda pun perlu memiliki paspor sebelum berangkat ke tanah suci. Prosedur pembuatan paspor bagi si kecil tidak berbeda dengan pembuatan paspor bagi orang dewasa. Tetapi karena belum mempunyai KTP, Anda perlu menyiapkan dokumen lain untuk mendaftarkan kepengurusan paspor. Dokumen tersebut yaitu KTP orang tua, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK). Adapun persyaratan nama di paspor dengan tiga suku kata tetap berlaku.
Biaya pembuatan paspor biasanya tidak termasuk biaya paket umroh Bandung, paket umroh Lembang, Cimahi, Soreang, serta paket umroh kota-kota lainnya. Sehingga setiap jamaah harus mengurusnya sendiri.
2. Vaksin dan Obat-Obatan Pribadi
Pastikan balita Anda memperoleh vaksin meningitis sebelum berangkat umroh. Tapi apabila usianya masih di bawah dua tahun, balita Anda tidak boleh divaksin meningitis. Sebaliknya, ia sekadar mendapatkan vaksin HIB dan PCV.
Selain itu, sediakanlah obatan-obatan khusus bagi balita Anda. Minimal obat untuk mengatasi sakit ringan, seperti minyak angin, obat panas, obat batuk, dan termometer. Bila perlu, bawa juga vitamin serta suplemen.
Tak ada salahnya pula mengonsultasikan kondisi kesehatan si kecil ke dokter. Dengan begitu, Anda bisa tahu apakah ia membutuhkan obat-obatan khusus. Termasuk mengantisipasi terjadinya asma, alergi, atau penyakit lainnya.
3. Perlengkapan Khusus Balita
Karena masih balita, penting sekali untuk membawa diapers ekstra baginya. Selain itu, tidak perlu memaksa si kecil ikut Tawaf mengelilingi Ka’bah atau Sai bersama Anda. Kalaupun hendak diajak, sebaiknya gendonglah si kecil atau menyewa kursi roda. Sebab biasanya si kecil gampang sekali capek, sedangkan stroller atau kereta bayi hanya boleh dibawa sampai pintu masuk Masjidil Haram saja. Adapun masjid-masjid di Madinah terkadang masih membolehkan jamaah membawa stroller.
4. Cek Musim Keberangkatan
Tips umroh untuk Anda yang mengajak balita lainnya ialah memerhatikan dengan baik waktu keberangkatan Anda. Waktu tersebut akan berpengaruh dengan musim yang ada di Arab Saudi, dan tentu saja berpengaruh pula pada apa saja hal yang patut Anda persiapkan.
Apabila Anda berangkat di musim dingin (November-Februari), bawalah baju hangat ekstra atau jaket. Selimut tebal pun boleh. Sedangkan di musim panas (Juni-Agustus), bawalah pakaian yang mampu menyerap banyak keringat. Jangan lupa pula menyediakan pelembab kulit.
Yang pasti, sesuaikanlah waktu keberangkatan dan musim yang berlaku di tanah suci dengan kondisi kesehatan balita Anda. Umroh di awal atau akhir bulan mungkin salah satu pilihan yang bijak. Karena pada saat itu cuaca belum terlalu panas atau terlalu dingin.
5. Biaya Umroh Ekstra
Menambah jamaah, pastinya menambah biaya umroh pula. Jadi siapkanlah dana tambahan ini sejak jauh-jauh hari. Meski begitu, barangkali Anda bisa menawar biaya umroh Bandung dan biaya umroh di kota lainnya kepada travel umroh yang bersangkutan. Umumnya, tiket pesawat dan biaya penginapan bagi anak-anak lebih murah dibandingkan untuk orang dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *