Review Taman Yoyogi : Keheningan di Tengah Padatnya Tokyo

Review Taman Yoyogi : Keheningan di Tengah Padatnya Tokyo

Review Taman Yoyogi : Keheningan di Tengah Padatnya Tokyo


Dengan segala sifat metropolisnya, Tokyo ternyata masih menyimpan karya alam yang mengagumkan. Ada gunung, bukit, dan tentu saja taman kota. Salah satu taman yang terkenal ialah Taman Yoyogi (Yoyogi Park).
Letaknya yang strategis, menjadikan taman ini tempat terfavorit warga Jepang untuk berekreasi dan bersantai di tengah kesibukan kota terpadat di dunia. Wajib dimasukkan dalam paket liburan Anda ke Jepang!
Taman Yoyogi merupakan taman kota terbesar keempat di Tokyo dengan luas mencapai 540 ribu meter persegi. Taman ini berada di distrik Shibuya. Untuk mengaksesnya, Anda bisa naik kereta dari Stasiun Tokyo atau Stasiun Shinjuku menuju Stasiun Harajuku. Bisa pula naik kereta bawah tanah, turun di Stasiun Meiji Jingu Mae. Setelah itu cukup berjalan kaki selama kurang lebih 5 menit.
Sesampainya di sana, bersiaplah menahan napas menyaksikan pesona pepohonan hijau di sekitar taman. Hiasan alam itu seolah memamerkan dirinya kepada para pengunjung. Tiga air mancur setinggi 15 sampai 30 meter pun turut mengundang perhatian.
Selanjutnya, Anda bisa memilih mau melanjutkan perjalanan ke sisi utara taman atau sisi selatannya.


Di sisi utara, Anda akan menjumpai kawasan yang dipenuhi padang rumput dan semak-semak. Ruang terbuka hijau tersebut biasa dimanfaatkan warga untuk berpiknik, berkumpul bersama keluarga, atau bermain dengan hewan peliharaan. Pas sekali bersantai dan merelaksasikan diri sambil menikmati pemandangan sekitar.
Anda pun dapat menyaksikan beberapa anak-anak yang asyik bermain layang-layang. Penduduk sekitar juga biasanya ada yang berlari-lari atau bersepeda di sekeliling taman.
Uniknya, pepohonan di Yoyogi Park dibiarkan tumbuh bebas. Berbeda dengan taman-taman lain yang pohon-pohonnya tertata dan berbaris rapi.
Adapun di sisi selatan, terdapat sejumlah fasilitas olahraga. Misalnya Yoyogi National Gymnasium yang menjadi bukti kesuksesan Olimpiade Tokyo tahun 1964. Ada juga lapangan basket dan futsal.
Beberapa festival budaya pun kerap digelar. Sebut saja yang cukup terkenal ada Festival Thailand, Festival Sri Lanka, atau One Love Jamaica. Indonesia dan Jepang juga pernah loh bikin festival bareng di tempat ini.
Taman Yoyogi buka selama 24 jam. Tips wisata tambahan, datanglah ke taman ini pada sore hari. Cuacanya tidak terlalu panas dan suasananya lebih ramai. Beragam komunitas juga kerap berkumpul seraya mempertontonkan ciri khas masing-masing.


Selain di Ueno Park, Taman Yoyogi juga merupakan tempat terbaik untuk melihat bunga sakura di musim semi. Seperti biasa, warga Jepang akan memanfaatkan momentum ini untuk kegiatan hanami. Gelar tikar, santap bekal, dan habiskan waktu bersama orang-orang terdekat sambil menyaksikan mekarnya bunga sakura nan indah.
Selain itu, Taman Yoyogi pun tak kalah menarik saat musim gugur tiba.
Suhu mendadak lebih sejuk dan daun-daun di taman pun berubah warna. Masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah Momoji.
Dedaunan dari pohon ginko yang berganti warna menjadi kemerahan pastinya menyuguhkan kesan tak terlupakan bagi Tour ke Jepang Anda. Bunga bakung dan bunga plum tak ketinggalan menggugurkan daun-daunnya sehingga menciptakan pemandangan yang menakjubkan.
Setelah puas bersantai di Taman Yoyogi, Anda bisa berwisata ke tempat lain seperti Kuil Meiji Jingu dan stasiun Televisi NHK. Lokasinya masih satu komplek, kok.
Bagi Anda yang naik kendaraan pribadi, taman ini menyediakan 65 tempat parkir berbayar. Parkir selama satu jam dikenakan biaya sebesar 400 yen. Setelah itu ada biaya tambahan 200 yen setiap 30 menit. Memang, parkir di Jepang terkenal mahal. Sebab itu masyarakat lebih suka berpergian naik transportasi umum.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *