Jelajah Masjid Camii Tokyo : Terbesar di Jepang, Terindah di Asia

Jelajah Masjid Camii Tokyo : Terbesar di Jepang, Terindah di Asia

Jelajah Masjid Camii Tokyo : Terbesar di Jepang, Terindah di Asia

Di tengah keheningan kawasan Yoyogi-Uehara, berdiri sebuah bangunan megah lengkap dengan kubah dan menara berukuran raksasa. Ialah Masjid Camii atau Masjid Jami’ Tokyo. Hanya dengan melihatnya dari luar, siapa pun pasti akan takjub dibuatnya. Sebab selain disebut-sebut sebagai masjid terbesar di negeri sakura, tempat ini juga diklaim sebagai masjid terindah di Asia.

Sejak diresmikan pada tahun 1938, kehadiran Masjid Camii Tokyo telah menjadi tanda bahwa Jepang membuka tangannya bagi agama Islam. Bagi Anda, muslim yang sedang Tour ke Jepang, tidak perlu khawatir lagi saat menunaikan ibadah. Melonjaknya wisatawan muslim di negeri tersebut, turut mempengaruhi penambahan jumlah masjid, hotel ramah muslim, dan restoran halal.

Masjid yang berada tak jauh dari Shinjuku dan Shibuya ini, dibangun dengan gaya arsitektur khas Ottoman Turki. Seluruh materialnya pun didatangkan dari negara dua benua tersebut. Mulai dari ornamen, hiasan, hingga para pekerjanya. Tak heran, sekilas masjid ini tampak seperti Masjid Biru atau Haghia Sophia di Istanbul.

Lihat saja bagian luarnya. Terutama kubah berdiameter 25 meter yang kian menegaskan kebesaran masjid. Belum lagi cantiknya berbagai tulisan kaligrafi di beberapa pintu masjid. Susunan-susunan marmernya pun tak ketinggalan memberikan kesan khidmat yang begitu dalam.

Jangan puas dulu sebelum Anda masuk ke dalamnya!

Lantai satu masjid merupakan area pusat kebudayaan. Tempat diselenggarakannya sejumlah event diskusi pertukaran budaya. Penataan ruang dan desain interiornya tertata apik. Rasanya ingin berlama-lama di sini dan mengobrol tanpa kenal waktu. Apalagi pencahayaannya turut menyuguhkan suasana yang menenangkan.

Sementara itu di sisi lain, berjajar berbagai buku referensi Islam. Tersusun elok di rak-rak, menanti orang-orang yang ingin membacanya.

Karena tempat ini juga merupakan bagian dari Turkish Islamic Center, Anda bisa loh membeli oleh-oleh khas negara Turki. Masih di lantai yang sama, terdapat beraneka cinderamata semisal selendang, aksesoris, porselen, kartu pos, dan masih banyak lagi. Bahkan kalau mau mencicipi masakan asli Turki juga bisa, kok. Tapi pesan dulu satu minggu sebelumnya, ya.

Naik ke lantai dua, di sinilah ibadah shalat biasa dilakukan. Tempatnya cukup luas, mampu menampung hingga 1.200 jamaah. Kesan luas tersebut juga diperoleh dari langit-langitnya yang menjulang tinggi.

Tidak cukup sampai di situ.

Ruang shalat ini turut diperindah oleh desain interior yang mengagumkan. Kaca-kaca berhias memendarkan cahaya dari lampu lilin besar yang menggantung di tengah ruangan. Menambah kekhusyuan dalam tiap bacaan zikir. Hamparan karpet berwarna biru nan lembut pun ikut menghadirkan kenyamanan bagi siapa pun yang bersujud di atasnya.

Rasanya belum lengkap travel ke Jepang, kalau belum pergi ke tempat ini. Apalagi Anda juga berkesempatan bersilaturahim dengan muslim-muslim lain dari berbagai negara. Hal tersebut pastinya merupakan pengalaman yang sungguh luar biasa.

Yang lebih menarik lagi, ternyata banyak loh non-muslim yang mengunjungi masjid ini. Terutama warga Jepang. Selain untuk beristirahat di sela padatnya kota Tokyo, sebagian dari mereka juga ingin mencari tahu lebih dalam mengenai Islam. Kita doakan semoga banyak yang mendapat hidayah, ya. Aamiin.

Sayangnya, Masjid Camii Tokyo hanya dibuka sejak pukul 10 siang hingga 6 sore. Nah, di hari Sabtu dan Minggu jam 14.30, Anda bisa mengikuti tur Tokyo Camii. Tur dalam bahasa Jepang ini berlangsung selama 90 menit. Selama tur gratis itu, Anda dapat memperdalam pengetahuan tentang agama Islam serta masjid ini sendiri.

Coba juga bergabung dalam beberapa acara dan kelas yang diadakan oleh pihak masjid. Misalnya, Tokyo Camii Kids Day, Monthly Seminar, Muslim Lunch Gathering, Pottery Class, Arabic Calligraphy Class, serta Cooking Class. Info mengenai jadwalnya dapat Anda lihat di tokyocamii.org.

Untuk mengunjunginya, silakan naik subway Tokyo Metro menuju Yoyogi-Uehara. Dari situ, Anda cukup berjalan kaki selama 5-10 menit. Tidak sulit menemukan masjid seluas 700 meter persegi ini.

Tips wisata selama di masjid, Anda diperbolehkan mengambil gambar selama mendapat izin dari petugas. Selain itu, para pengunjung perempuan diwajibkan menutupi rambut dan kulit dengan hijab. Sedangkan para pengunjung lelaki harus memakai celana panjang atau sarung, ya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *