Jelajah Desa Iyashi no Sato : Kedamaian di Kaki Gunung Fuji

Jelajah Desa Iyashi no Sato : Kedamaian di Kaki Gunung Fuji

Jelajah Desa Iyashi no Sato: Kedamaian di Kaki Gunung Fuji

Berbicara tentang wisata alam Jepang di negeri matahari terbit memang tidak ada habisnya. Ada saja hal baru dan menarik yang bisa diulas. Salah satunya Desa Iyashi No Sato. Kecantikan panorama, kesejukan udara, serta keasrian lingkungannya tidak mungkin diabaikan begitu saja saat Tour ke Jepang.

Iyashi No Sato merupakan sebuah situs yang terletak di sebelah barat Danau Sai (Saiko). Salah satu dari lima danau indah yang mengeliling Gunung Fuji. Orang-orang menyebutnya Fuji-Doko (Danau Fuji). Selain Saiko, ada pula Danau Kawaguchi (Kawaguchiko), Yamanakako, Shojiko, dan Motsuko.

Tak heran, dari danau ini Anda dapat menyaksikan fenomena unik Sakasa-Fuji. Yakni, bayangan terbalik Gunung Fuji yang memantul di permukaan air danau nan jernih.

Di desa Iyashi No Sato atau biasa dikenal dengan Nenba Hama, Anda dapat menjumpai sekitar 20 rumah tradisional bergaya Jepang kuno. Arsitekturnya mengikuti gaya Kabuto-zukuri. Lengkap dengan dinding yang terbuat dari jerami. Sedangkan bentuk atapnya merepresentasika penutup kepala yang biasa dipakai oleh para samurai.

Awalnya desa ini dihuni oleh banyak penduduk. Namun, pada tahun 1966, Iyashi No Sato diporak-porandakan oleh badai. Penduduk sekitar pun terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka.

Empat puluh tahun kemudian, area ini dikonstruksi kembali. Tetapi fungsinya telah berganti menjadi museum dan galeri terbuka. Sembari mempelajari budaya negeri sakura, para pengunjung pun dapat membeli atau berlatih membuat berbagai kerajinan tangan.

Di antaranya ada tembikar, pot, arang, kain tenun, hingga dupa. Anda juga bisa loh belajar membuat kertas washi dan mie soba. Kertas washi merupakan jenis kertas yang dibuat dengan metode tradisional khas Jepang. Kertas ini biasa dipakai sebagai hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung Buddha, bahan pakaian kimono, serta pelapis pintu dorong. Karena sifatnya yang tahan lama dan tidak mudah lusuh, menyebabkan kertas ini juga digunakan untuk bahan uang kertas Yen dan kerajinan origami (seni melipat kertas).

Tak berhenti sampai di situ. Di beberapa rumah yang telah disulap menjadi galeri seni, pengunjung dapat menyewa pakaian kimono atau baju besi samurai. Hanya dengan biaya 1000 yen, Anda sudah bisa berfoto berlatar belakang Fujiyama sembari memakai pakaian asli negeri sakura.

Sebuah kenang-kenangan indah selama travel ke Jepang.

Mampirlah pula ke Watanabe House. Di tempat ini, pengunjung akan disuguhkan barang-barang pameran yang menggambarkan keseharian para petani di zaman dulu. Jangan lewatkan juga Museum Pengendalian Erosi dan Sedimen. Lokasi yang pas untuk mencari tahu lebih dalam mengenai longsor yang menghancurkan desa dan cara untuk mencegah bencana tersebut terjadi lagi.

Bagi Anda yang membawa keluarga, Iyashi No Sato pun menyediakan gazebo dan tempat khusus bagi anak-anak yang dipenuhi aneka mainan tradisional.

Dari namanya, desa ini memang cocok disebut sebagai Iyashi No Sato atau yang berarti Healing Village. Suasananya begitu tenang dan menghadirkan kedamaian di kaki Gunung Fuji. Belum lagi pepohonan hijau nan rindang yang menyejukkan mata. Langitnya yang bersih pun tak mau kalah memberi keteduhan.

Lokasinya pas sekali untuk menenangkan diri di sela kesibukan. Reflekasikan otot-otot Anda dengan bersantai atau berjalan pelan mengelilingi desa.

Iyashi No Sato semakin tampak indah ketika musim gugur tiba. Saat itu, dedaunan akan berubah warna menjadi kemerahan. Menyisakan pemandangan yang membuat mata tak mampu berkedip.

Untuk menyambanginya, Anda bisa naik Retro Bus Saiko dari Stasiun Kawaguchiko selama kurang lebih 40 menit. Desa ini buka sejak pukul 9 pagi hingga 5 sore. Karena kawasannya relatif sepi, lebih baik kunjungan tidak diselesaikan terlalu sore, ya.

Para pengunjung biasanya akan dikenakan biaya wisata sebesar 350 yen untuk orang dewasa dan 150 yen bagi anak-anak. Harga yang sepadan untuk mendapatkan pengalaman berharga, bukan?

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *