5 Kuil di Tokyo yang Selalu Penuh Dikunjungi Wisatawan

5 Kuil di Tokyo yang Selalu Penuh Dikunjungi Wisatawan

Pengaruh kuat agama Budha (Shinto) ternyata turut mempengaruhi perkembangan pariwisata di Jepang, termasuk di Tokyo. Hadirnya kuil-kuil agama tersebut, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Setiap tahun mereka selalu memenuhi kuil-kuil untuk sekadar berjalan-jalan atau bahkan mempelajari sejarahnya. Tidak sedikit pula yang berfoto ria berlatar belakang keeksotisan kuil.

Kali ini ada rekomendasi 5 kuil terbaik di Tokyo yang wajib Anda masukkan dalam paket tour wisata ke Jepang!

KUIL SENSOJI (KUIL ASAKUSA KANNON)

1. KUIL SENSOJI (KUIL ASAKUSA KANNON)

Sekitar 3 juta orang setiap tahunnya selalu meramaikan kuil tertua di Tokyo ini. Warna merah menyala nan eksentrik membuat Kuil Sensoji mudah dikenali. Apalagi terdapat sebuah lentera besar berwarna merah (Kaminarimon) yang amat terkenal.

Dari lentera besar yang ada di gerbang kuil itu, Anda akan melalui jalan Nakamise-dori. Sebuah distrik perbelanjaan tertua di Jepang yang dipenuhi toko souvenir. Kemudian Anda akan tiba di kuil yang berada di ujung jalan.

Anda dapat mengunjungi kuil ini setiap hari secara gratis mulai dari jam 6 pagi hingga 5 sore. Untuk mencapainya, silakan naik JR Yamanote Line arah Stasiun Kanda. Transit, kemudian naik Ginza Subway Line tujuan Asakusa.

KUIL MEIJI (MEIJI JINGU)

2. KUIL MEIJI (MEIJI JINGU)

Travel ke Jepang belum lengkap kalau belum jalan-jalan ke kuil kebanggan kota Tokyo ini. Di antara bangunan mewah nan modern Shibuya, ternyata terdapat sebuah kuil bersejarah.

Kuil ini dibangun untuk menghormati Kaisar Meiji dan Ratu Shouken. Selain kuil, di atas lahan seluas 700 meter persegi tersebut juga dipenuhi sekitar 100 ribu pepohonan rindang.

Pada musim gugur, pepohonan ginko akan mempertontonkan kecantikan dedaunan kuning cerahnya kepada para peziarah. Membuat siapa pun ingin berlama-lama di kuil yang cocok untuk melepas penat ini.

Meiji Jingu buka setiap hari dari pukul 6 pagi hingga 5 sore. Tidak ada biaya masuk. Dari Stasiun Yoyogi, Anda hanya perlu berjalan kaki selama 8 menit.

KUIL ZOJOJI

3. KUIL ZOJOJI

Berdiri sejak 600 tahun lalu, Kuil Zojoji menyimpan keunikan yang tidak dimiliki kuil lain di Tokyo. Bangunan kuil yang masih tradisional dan tidak berubah berpadu dengan kemegahan Tokyo Tower. Taman Shiba di sekelilingnya pun tidak mau kalah memperindah kuil ini. Sebuah perpaduan yang wajib diabadikan melalui lensa kamera Anda.

Kuil Zojoji dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 10 menit dari Stasiun Hamamatsucho. Anda  juga bisa naik stasiun kereta bawah tanah, kemudian turun di Onarimon Station di Mita Subway Line atau Daimon Station di Oedo Subway Line.

Kuil ini dibuka setiap hari, mulai pukul 9 pagi sampai 5 sore. Tiket masuknya gratis juga, loh.

KUIL HIE (HIE SHRINE)

4. KUIL HIE (HIE SHRINE)

Terletak di pusat pemerintahan Jepang, Kuil Hie menjadi salah satu lokasi wisata populer di Tokyo. Konon banyak pegiat bisnis berziarah ke kuil ini untuk memohon keberuntungan bagi masa depan perusahaan mereka.

Hie Shrine biasanya akan bertambah ramai ketika masyarakat merayakan Sanno Matsuri. Saat itu, orang-orang akan berpawai mengelilingi jalan-jalan kota sambil membawa Mikoshi. Yaitu kuil berukuran kecil yang diyakini menjadi tempat tinggal pada dewa. Parade akan dimulai dan berakhir di Kuil Hie. Festival ini dapat menjadi alternatif pilihan Anda saat tour ke Jepang.

Kuil yang berada di kawasan Chiyoda hanya berjarak 3 menit berjalan kaki dari Stasiun Asakusa.

KUIL KANDA (KANDA SHRINE)

5. KUIL KANDA (KANDA SHRINE)

Kuil yang satu ini merupakan teman Kuil Hie saat Sanno Matsuri. Orang-orang biasanya akan memulai dan mengakhir Sanno Matsuri di Kuil Hie pada tahun genap. Sedangkan pada tahun ganjil, mereka memulai dan mengakhirinya di Kuil Kanda.

Kanda Shrine dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Akihbara atau 5 menit dari Stasiun Suehirocho. Sejak didirikan 1300 tahun lalu, kuil ini dipercaya membawa keberuntungan dalam hal pertarungan dan olahraga.


Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang Tour Jepang? klik di sini


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *